Konten dari Pengguna

Tari Perisean: Sejarah dan Maknanya di Lombok, NTB

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prosesi Tari Terisean di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sumber foto: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Prosesi Tari Terisean di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sumber foto: pexels.com

Tari Perisean merupakan salah satu tradisi budaya dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang sarat makna dan nilai sejarah. Tarian ini identik dengan pertarungan dua pria menggunakan rotan dan perisai, serta diiringi musik tradisional. Banyak masyarakat mengenal Tari Perisean sebagai simbol keberanian dan solidaritas di tengah masyarakat Lombok.

Sejarah Tari Perisean

Sejarah Tari Perisean memiliki akar kuat dalam kehidupan masyarakat Lombok, khususnya suku Sasak. Menurut buku Perisean di Lombok Nusa Tenggara Barat oleh I Gusti Ayu Armini dkk., tradisi ini telah menjadi bagian dari warisan budaya yang diwariskan turun-temurun.

Asal Usul Tari Perisean di Lombok

Tari Perisean berkembang dari ritual kuno yang awalnya bertujuan untuk menguji kekuatan fisik dan mental para pemuda. Dulu, pertarungan ini juga dipercaya sebagai sarana memohon hujan pada musim kemarau.

Perkembangan Tari Perisean dari Masa ke Masa

Seiring waktu, Tari Perisean tidak hanya dipentaskan dalam upacara adat, tetapi juga menjadi tontonan hiburan dan pertunjukan budaya. Tradisi ini tetap bertahan meski zaman berubah, dan kini lebih sering digelar dalam festival maupun acara resmi.

Perisean dalam Konteks Budaya Suku Sasak

Bagi masyarakat Sasak, Tari Perisean mencerminkan nilai-nilai keberanian, sportivitas, dan persaudaraan. Selain itu, ritual ini menjadi ajang pembuktian diri bagi para pemuda setempat.

Makna dan Filosofi Tari Perisean

Makna Tari Perisean terletak pada simbolisme yang terkandung di dalam setiap elemen dan gerakannya. Filosofi ini terus dijaga dan diwariskan oleh masyarakat Lombok.

Simbolisme dalam Alat dan Gerakan Tari Perisean

Alat utama dalam Tari Perisean adalah tongkat rotan (penjalin) dan perisai kulit kerbau (ende). Setiap gerakan memiliki arti, mulai dari sikap siap bertarung hingga cara menyelesaikan pertarungan secara damai.

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Tari Perisean

Tari ini mengajarkan pentingnya keberanian, kejujuran, dan rasa hormat pada lawan. Selain itu, penonton juga diajak memahami bahwa kemenangan bukan segalanya, melainkan proses dan persahabatan yang terjalin.

Peresean sebagai Penguat Identitas dan Solidaritas Komunitas

Pertunjukan Perisean mempererat ikatan sosial antar warga dan memperkuat identitas budaya Lombok. Tradisi ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga warisan leluhur.

Tari Perisean di Era Modern

Kini, Tari Perisean tetap lestari di tengah arus modernisasi. Tradisi ini terus diupayakan agar tidak hilang ditelan zaman.

Upaya Pelestarian Tari Perisean

Berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas budaya, aktif melestarikan Tari Perisean melalui festival, pelatihan, dan pertunjukan rutin. Pelestarian ini bertujuan menjaga eksistensi tradisi di tengah masyarakat modern.

Perisean sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Lombok

Selain sebagai ritual adat, Tari Perisean kini menjadi daya tarik wisata budaya di Lombok. Banyak wisatawan domestik dan asing tertarik menyaksikan keunikan pertunjukan ini secara langsung.

Kesimpulan

Tari Perisean merupakan warisan budaya Lombok yang memadukan nilai sejarah, makna filosofis, dan identitas sosial masyarakat Sasak. Tradisi ini tetap dipertahankan dan dikembangkan agar generasi mendatang dapat terus mengenal serta mencintai kebudayaan daerahnya. Keberadaan Tari Perisean juga memberi warna tersendiri bagi pariwisata budaya di Lombok, sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat setempat.

Ditinjau oleh Fakhri Nurzaman