Dalil Nuzulul Quran 17 Ramadhan dalam Al-Qur'an dan Hadis

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mencari dalil Nuzulul Quran 17 Ramadhan menjadi bagian penting dalam menelusuri sejarah turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw.
Peristiwa agung ini diyakini terjadi pada bulan suci yang dimuliakan, bertepatan dengan malam penuh keberkahan dan kemuliaan.
Keyakinan tentang tanggal tersebut tumbuh dari penjelasan Al-Qur’an, hadis, serta pendapat para ulama yang diriwayatkan secara turun-temurun.
Dalil Nuzulul Quran 17 Ramadhan
Berikut adalah dalil Nuzulul Quran 17 Ramadhan yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan para sahabat dan ulama, dikutip dari unpak.ac.id dan uinsgd.ac.id.
Allah Swt menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
Ayat ini menjadi dasar utama bahwa momentum turunnya wahyu pertama terjadi di bulan Ramadan.
Penegasan lain terdapat dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3 yang menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam yang diberkahi. Para mufasir menjelaskan bahwa malam yang diberkahi tersebut adalah Lailatul Qadar.
Keterangan ini diperkuat oleh Surah Al-Qadar ayat 1-3 yang menyatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan.
Penafsiran sahabat Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadar, kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad.
Proses bertahap ini berlangsung selama kurang lebih dua puluh tiga tahun sesuai kebutuhan dan peristiwa yang terjadi.
Perbedaan pendapat memang muncul terkait tanggal pasti turunnya wahyu pertama. Akan tetapi, mayoritas ulama di Indonesia menetapkan 17 Ramadan sebagai waktu terjadinya Nuzulul Quran.
Riwayat dari Zaid bin Arqam yang diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dan Ibnu Abu Syaibah menyebutkan keyakinannya bahwa malam 17 Ramadan adalah malam turunnya Al-Qur’an.
Riwayat ini menjadi salah satu penguat tradisi peringatan tanggal tersebut.
Wahyu pertama yang turun adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1-5. Ayat tersebut diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Peristiwa ini menjadi awal fase kenabian sekaligus awal turunnya petunjuk ilahi bagi umat manusia. Momentum tersebut tidak hanya dipandang sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai titik awal transformasi peradaban.
Keutamaan malam yang diyakini sebagai Lailatul Qadar juga dijelaskan dalam berbagai hadis sahih.
Dalam riwayat yang terdapat dalam Shahihain dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda bahwa siapa yang melaksanakan qiyam pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. Dalil ini menunjukkan kemuliaan malam turunnya Al-Qur’an.
Surah Al-Qadar ayat 4 menyebutkan bahwa para malaikat dan Malaikat Jibril turun pada malam tersebut dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan.
Para ulama menjelaskan bahwa banyaknya malaikat yang turun menandakan limpahan rahmat dan keberkahan. Ayat 5 menambahkan bahwa malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.
Surah Ad-Dukhan ayat 4 juga menerangkan bahwa pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Qatadah menafsirkan bahwa pada malam tersebut ditetapkan berbagai ketentuan, termasuk ajal dan rezeki.
Penjelasan ini memperlihatkan kedudukan malam turunnya Al-Qur’an sebagai malam penetapan takdir tahunan.
Tradisi di Indonesia setiap 17 Ramadan biasanya diisi dengan pengajian dan khatam Al-Qur’an sebagai bentuk pengagungan terhadap turunnya wahyu.
Kegiatan tersebut berlandaskan keyakinan kuat terhadap dalil dan riwayat yang mendukung tanggal tersebut sebagai momentum bersejarah dalam Islam.
Dalil Nuzulul Quran 17 Ramadhan memperlihatkan keterkaitan antara nash Al-Qur’an, hadis, serta ijtihad ulama dalam menentukan waktu turunnya wahyu pertama.
Peneguhan dalil tersebut menjadi dasar kuat bagi peringatan 17 Ramadan sebagai malam bersejarah turunnya Al-Qur’an. (Shofia)
Baca Juga: Kultum Pertengahan Ramadhan yang Penuh Makna
