Gaya Belajar Seorang Peserta yang Selalu Mengamati Situasi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang peserta pelatihan yang selalu mengamati situasi secara mendalam dan lebih suka merenungkan pengalaman mereka daripada langsung bertindak cenderung memiliki gaya belajar ... yang membuat orang lain penasaran.
Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Ada yang mudah memahami materi dengan langsung mencoba, ada yang senang berdiskusi, dan ada pula yang memilih mengamati terlebih dahulu sebelum bertindak.
Gaya Belajar Seorang Peserta Pelatihan yang Selalu Mengamati Situasi Secara Mendalam
Seorang peserta pelatihan yang selalu mengamati situasi secara mendalam dan lebih suka merenungkan pengalaman mereka daripada langsung bertindak cenderung memiliki gaya belajar ..., simak di sini berdasarkan situs web jabar.kemenag.go.id.
Peserta dengan gaya belajar yang selalu mengamati situasi cenderung memperhatikan cara orang lain bekerja. Mereka suka mendengarkan berbagai sudut pandang, lalu menyusun pemahaman sebelum mengambil keputusan.
Pendekatan ini membuat mereka mampu berpikir lebih matang dan minim kesalahan. Gaya belajar ini disebut juga gaya belajar observasional.
Gaya belajar observasional memiliki kecenderungan belajar dengan mengamati situasi, memperhatikan lingkungan sekitar, serta menyerap informasi sebelum mengambil tindakan. Peserta dengan karakteristik ini biasanya tidak buru-buru memberi pendapat.
Mereka lebih memilih memperhatikan cara guru mengajar, mengamati teman saat berdiskusi, hingga mempelajari contoh yang diberikan sebelum mencoba sendiri. Pendekatan tersebut membuat seseorang memiliki pemahaman yang lebih matang.
Peserta yang gemar mengamati umumnya memiliki kemampuan mendengarkan yang baik, teliti terhadap detail, serta mampu melihat hubungan antara teori dan praktik. Mereka juga cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Karakter ini sering disalahartikan sebagai kurang aktif atau tidak percaya diri karena tidak banyak berbicara selama proses pembelajaran. Padahal, mereka sedang membangun pemahaman melalui proses pengamatan yang intensif.
Oleh karena itu, guru perlu mengenali keberagaman gaya belajar peserta agar strategi pembelajaran dapat disesuaikan. Untuk peserta yang suka mengamati situasi, guru dapat menggunakan demonstrasi, studi kasus, video, simulasi, maupun kegiatan observasi.
Memberikan waktu untuk berpikir sebelum menjawab pertanyaan juga membantu mereka menyusun ide dengan lebih baik. Selain itu, suasana kelas yang nyaman akan membuat peserta tipe ini lebih percaya diri untuk mulai menyampaikan hasil pengamatannya.
Jadi, jika seorang peserta pelatihan yang selalu mengamati situasi secara mendalam dan lebih suka merenungkan pengalaman mereka daripada langsung bertindak cenderung memiliki gaya belajar ... yang observasional. Peserta seperti ini senang menjadi pengamat. (Fia)
Baca juga: Mengapa Budaya 5S Penting Diterapkan di Sekolah? Ini Urgensinya untuk Masa Depan
