Konten dari Pengguna

Manfaat Utama Penggunaan Strategi Sandwich Feedback dalam Supervisi Klinis

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Manfaat Utama Penggunaan Strategi Sandwich Feedback dalam Supervisi Klinis. Unsplash.com/Christina @ wocintechchat.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Manfaat Utama Penggunaan Strategi Sandwich Feedback dalam Supervisi Klinis. Unsplash.com/Christina @ wocintechchat.com

Apa manfaat utama penggunaan strategi sandwich feedback dalam supervisi klinis? Pertanyaan ini sudah tidak asing lagi diajukan di dalam dunia seorang supervisor.

Dikutip dari researchers.mq.edu.au, strategi sandwich feedback adalah memberi pujian atau penguatan positif, kemudian umpan balik korektif, dan ditutup lagi dengan pujian.

Strategi ini sering digunakan dalam supervisi klinis untuk menyampaikan koreksi tanpa memicu terjadinya defensif.

Metode ini cukup populer karena mudah diingat dan diterapkan, terutama pada hubungan awal antara supervisor dan peserta didik.

Manfaat Utama Penggunaan Strategi Sandwich Feedback dalam Supervisi Klinis

Ilustrasi Manfaat Utama Penggunaan Strategi Sandwich Feedback dalam Supervisi Klinis. Unsplash.com/Vitaly Gariev

Apa manfaat utama penggunaan strategi sandwich feedback dalam supervisi klinis? Simak penjelasannya selengkapnya berikut ini.

1. Mengurangi Terjadinya Defensif dan Menjaga Hubungan Baik

Menempatkan koreksi di antara komentar yang positif dapat menurunkan emosi negatif penerimanya, sehingga pesan korektif lebih bisa diterima tanpa merusak hubungan antara supervisor dan learner.

Hal ini penting dalam konteks pembelajaran klinis, di mana kepercayaan dapat berpengaruh pada keberlanjutan bimbingan.

2. Meningkatkan Motivasi dan Kepercayaan Diri

Pujian dari supervisor dapat membantu mempertahankan motivasi dan kompetensi mahasiswa atau peserta didik setelah menerima kritik yang konstruktif, sehingga mereka akan lebih cenderung mencoba mengubah perilaku atau kompetensi yang memerlukan perbaikan.

Selain itu, persepsi mahasiswa atau peserta didik bisa menjadi lebih positif ketika metode ini dipakai.

3. Menyederhanakan Pola Komunikasi bagi Pemberi Umpan Balik

Bagi supervisor baru, feedback sandwich menyediakan kerangka kerja sederhana agar pesan tersusun rapi, sehingga mengurangi kecenderungan memberikan kritik yang terlalu tajam dan tidak terstruktur.

4. Mendorong Waktu untuk Persiapan dan Refleksi Siswa

Pada saat koreksi disajikan dalam format sandwich, peserta dapat lebih cenderung mengalokasikan waktu untuk persiapan berikutnya dan memperbaiki kinerja pada tugas selanjutnya.

Manfaat utama penggunaan strategi sandwich feedback dalam supervisi klinis membantu meredam defensif, mempertahankan motivasi, dan memberi struktur bagi pemberi umpan balik.

Selain itu, menggabungkan teknik sandwich dengan teknik lainnya dapat menumbuhkan keterlibatan aktif peserta didik. (Aya)

Baca juga: Etika Digital atau Cara Berperilaku dalam Lingkungan Digital