Tidak Sahur karena Kesiangan Apakah Boleh Puasa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau lagi memikirkan soal ibadah puasa, pertanyaan “Tidak sahur karena kesiangan apakah boleh puasa?” sering muncul di kepala kalangan umat Islam yang mengalami bangun terlambat karena kesibukan atau jadwal tidur yang berubah.
Sahur memiliki peran penting untuk menjaga kondisi tubuh selama menjalankan puasa. Asupan makanan saat sahur membantu menjaga stamina, sehingga seorang muslim tetap bisa beribadah dan beraktivitas sepanjang hari tanpa mudah merasa lemas.
Umat Muslim Tidak Sahur karena Kesiangan Apakah Boleh Puasa?
Tidak sahur karena kesiangan apakah boleh puasa? Mengutip situs http://baznas.go.id, tidak sahur karena kesiangan tidak membatalkan puasa atau dengan kata lain tetap boleh puasa.
Hal ini berlaku selama seseorang sudah berniat puasa pada malam hari dan tetap menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, puasanya tetap sah menurut mayoritas ulama.
Sahur memang sangat dianjurkan, tetapi bukan syarat wajib dalam ibadah puasa. Puasa merupakan ibadah yang memiliki rukun dan ketentuan tertentu, sementara sahur berfungsi sebagai amalan sunnah yang membawa banyak manfaat.
Oleh karena itu, ketika seseorang tidak sempat sahur akibat tertidur atau kesiangan, Islam tetap memandang puasanya sah selama syarat utama puasa terpenuhi.
Kedudukan Sahur dalam Ibadah Puasa
Sahur adalah makan sebelum waktu subuh bagi orang yang akan berpuasa. Rasulullah saw menganjurkan umatnya untuk melaksanakan sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan.
Meski begitu, sahur bukan bagian dari rukun puasa, melainkan sunnah yang dianjurkan agar ibadah puasa lebih ringan dijalani.
Hukum Puasa Tanpa Sahur karena Kesiangan
Beberapa poin penting terkait hukum tidak sahur karena kesiangan antara lain:
Puasa tetap sah karena para ulama sepakat bahwa sahur bukan syarat sah puasa, sehingga meninggalkannya tidak membatalkan ibadah.
Tidak memengaruhi keabsahan puasa karena sahur hanya berfungsi sebagai penunjang kekuatan fisik, bukan penentu sah atau tidaknya puasa.
Jika seseorang kesiangan dan tidak sempat makan sahur, dirinya tetap dianjurkan melanjutkan puasanya.
Menyesuaikan dengan kondisi tubuh karena bagi orang yang memiliki aktivitas berat, sahur sangat membantu menjaga energi. Tanpa sahur, sebaiknya aktivitas diatur agar tubuh tetap kuat.
Menjaga niat dan kesabaran karena tidak sahur bisa menjadi ujian kesungguhan dalam beribadah, sehingga niat yang kuat sangat diperlukan.
Hikmah dan Keutamaan Sahur
Walaupun tidak wajib, sahur memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
Membawa keberkahan bagi orang yang melaksanakannya.
Membantu menjaga stamina selama berpuasa.
Menjadi bentuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw.
Menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil selama menahan lapar dan haus.
Menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat terdahulu.
Cara Menghindari Kesiangan Sahur
Agar tidak melewatkan sahur, beberapa langkah berikut bisa dilakukan:
Tidur lebih awal agar mudah bangun menjelang subuh.
Memasang alarm atau meminta bantuan keluarga untuk membangunkan.
Menyiapkan makanan sahur sebelum tidur agar lebih praktis.
Menghindari makan berlebihan sebelum tidur.
Menumbuhkan kesadaran bahwa sahur adalah sunnah yang bernilai pahala.
Dengan demikian, tidak sahur karena kesiangan tidak membuat puasa menjadi batal. Sahur memang dianjurkan karena manfaatnya besar bagi fisik dan spiritual, tetapi keabsahan puasa tetap bergantung pada niat dan pelaksanaan rukun puasa itu sendiri.
Umat Islam tetap dianjurkan berusaha melaksanakan sahur semampunya agar ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih optimal. (Fikah)
Baca juga: Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadan Hukumnya Apa? Ini Penjelasannya
