5 Berita Populer: WHO Soroti Vaksin Berbayar RI; Kata Luhut soal Varian Delta

Sejumlah peristiwa penting dan menarik menjadi berita populer pada Kamis (15/7). Mulai dari WHO soroti vaksin berbayar di Indonesia hingga tanggapan Luhut terkait corona varian delta yang sulit dikendalikan.
Berikut rangkuman kumparan terkait lima berita populer. Apa saja?
WHO Soroti Vaksin Berbayar Indonesia: Bisa Munculkan Masalah Etika dan Akses
Senin 12 Juli 2021, PT Kimia Farma berencana menjual vaksin berbayar atau Vaksin Gotong Royong (VGR). Terkait dengan hal itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan tanggapannya. Kepala Unit Program Imunisasi WHO, Dr Ann Lindstrand, menyatakan, vaksin COVID-19 seharusnya dapat dinikmati oleh setiap lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Ia juga menambahkan bahwa pembayaran untuk vaksin dapat memunculkan masalah etika dan akses, khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini. Tak hanya itu, Lindstrand juga mengatakan, dosis vaksin di bawah skema kerja sama COVAX memungkinkan setiap negara penerima memberikan vaksin secara cuma-cuma kepada masyarakat. Vaksin di bawah COVAX pun khusus diberikan pada negara berkembang dan berpenghasilan rendah termasuk Indonesia.
Pedagang Oksigen yang Naikkan Harga 2 Kali Lipat Raup Untung Rp 300 Juta
Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua tersangka penjual oksigen dengan harga dua kali lipat. Mereka memanfaatkan kebutuhan oksigen di tengah masyarakat yang terpapar COVID-19. Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo mengatakan praktik itu sudah dilakukan kedua tersangka sejak akhir Juni. Keuntungan ratusan juta rupiah telah mereka kantongi dari perbuatan tersebut.
Menurut Setyo, tersangka merupakan seorang distributor dan importir. Maka itu jajarannya akan menyelidiki lebih jauh kasus tersebut. Lalu, tentang jerat pidana terhadap tersangka, Setyo mengatakan perbuatan mereka yang menaikkan harga begitu tinggi merupakan pelanggaran. Sebab, dilakukan di tengah kebutuhan masyarakat di masa darurat.
Pemilik Warkop di Medan Siram Air Panas ke Satpol PP saat Tertibkan PPKM Darurat
Pemilik warung bernama Rakesh menyiram petugas Satpol PP dengan air panas. Hal tersebut dilakukannya lantaran tidak terima warung yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kota Medan ditertibkan Satgas COVID-19 saat PPKM Darurat pada Kamis (15/7) pagi.
Video penyiraman itu viral di media sosial. Selanjutnya Rakesh, dibawa menjalani sidang tipiring, karena tidak mau menutup warkop. Hasilnya dia dijatuhi hukuman 2 hari kurungan, serta denda Rp 300 ribu. Rakesh juga menjelaskan bahwa ia tidak mungkin menutup warungnya, sebab dia masih memiliki lima anak, yang seluruhnya masih sekolah sementara bantuan sosial tidak ada kepadanya.
RRC soal Kedatangan TKA China: Pemerintah RI Membolehkan Masuk
Kedatangan TKA China ke Indonesia di tengah ledakan kasus COVID-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat, menjadi sorotan. Pemerintah China pun angkat bicara, dalam sebuah pernyataan pers oleh diplomat mereka di Kedutaan Besar China di Jakarta, Kamis (15/7).
Selanjutnya, Minister Counsellor, Shi Ziming, menjelaskan tenaga kerja asing (TKA) asal negaranya datang ke Indonesia secara sah, karena tidak ada larangan atau penangguhan penerbangan atau pun pembatalan visa mereka. Hal ini menurutnya, sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia.
Luhut: Corona Varian Delta Tak Bisa Dikendalikan
Kasus corona Indonesia semakin tinggi. Penambahan pasien mencapai rekor tertinggi yakni 54 ribu dalam 24 jam. Begitu pula kasus kematian harian yang membuat Indonesia sempat menduduki peringkat pertama di dunia.
Lonjakan kasus COVID-19 yang signifikan dipicu dengan meluasnya varian delta yang memiliki kemampuan penyebaran cepat. Bahkan mayoritas atau 97 persen kasus di Indonesia didominasi varian Delta. Menanggapi hal itu, Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai varian Delta sulit dikontrol. Sehingga Luhut meminta masyarakat memahami dan semakin meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan.
