Tipu-tipu Dukun Wowon Bisa Gandakan Uang hingga Jerat Belasan TKW

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko (kanan) saat menyampaikan update kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon CS, Selasa (24/1). Foto: Ananta Erlangga/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko (kanan) saat menyampaikan update kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon CS, Selasa (24/1). Foto: Ananta Erlangga/kumparan

Modus penggandaan uang yang dipakai para pelaku penipuan serial killer Bekasi-Cianjur, Wowon cs, ternyata cukup mampu menjerat para korban TKW.

Tidak tanggung-tanggung, hingga saat ini tercatat ada 11 orang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang menjadi korban. Para korban mengirimkan sejumlah uang kepada salah satu tersangka atas nama Dede Solehudin, lalu dibagi tiga.

Para korban mengirim melalui dua cara, yakni melalui transfer rekening dan western union dengan harapan uangnya itu bisa berlipat ganda.

Ternyata, kepercayaan para korban tersebut tak lepas dari peran salah satu tersangka yakni Wowon Erawan alias Aki Banyu (60) yang biasa dikenal sebagai dukun pengganda uang sekaligus seorang dalang.

"Mereka ini pola penipuannya kepada para korban awalnya bertemu dengan tersangka Wowon. Kemudian tersangka Wowon ini bisa seolah-olah mengubah jumlah uang yang ada dalam amplop," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Selasa (24/1).

Wowon, tersangka kasus pembunuhan berantai. Foto: Dok. Istimewa

Dengan segala tipu dayanya, bahkan Wowon disebut mampu menggandakan uang hingga sepuluh kali lipat

"Misalnya seribu tiba-tiba dibuat sedemikian rupa isinya bisa menjadi sepuluh ribu," katanya.

Tak hanya itu, untuk menyakinkan para korbannya agar terus mengirimkan uang. Wowon berpura-pura menunjukkan harta milik orang lain yang diakui sebagai miliknya.

"Berdasarkan pemeriksaan seorang saksi, untuk meyakinkan daripada saudara-saudara kita TKW ini untuk mengirimkan uang terus ke tersangka ini. Ada salah satu yang datang kepada Wowon ditunjukkan ini rumahnya, ini mobilnya. Setelah ditelusuri itu adalah mobil dan rumah milik orang lain. Tapi untuk meyakinkan supaya korban tetap mengirimkan uang," kata Hengki.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko (kanan) saat menyampaikan update kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon CS, Selasa (24/1). Foto: Ananta Erlangga/kumparan

Ironisnya, para korban TKW yang kembali ke Indonesia dan mempertanyakan uang hasil penggandaan justru dibunuh oleh pelaku.

"Salah satu motif daripada kejahatannya adalah dengan cara membunuh daripada salah satu yang mengetahui kejahatan ini. Salah satunya adalah almarhumah Maemunah yang ikut merekrut TKW-TKW untuk ikut mengirim uang yang akan digandakan oleh para tersangka," jelasnya.

Hengki berpesan kepada masyarakat agar tidak teperdaya dengan modus-modus penggandaan uang semacam ini. Masyarakat dimintai untuk menjauhi cara-cara instan dalam memperoleh kekayaan dengan cara yang tak masuk akal.