Otomotif
9 Juni 2020 11:15

5 Indikator Kamu Belum Jago Nyetir Mobil Manual

Ilustrasi Mobil Manual. Foto: Shutter Stock

Menyetir mobil manual memang susah-susah gampang. Bagi orang yang sudah memahami tekniknya dengan benar, mungkin hal itu akan terasa mudah. Sebaliknya, bagi yang belum paham tekniknya dengan benar, mungkin akan terasa sulit.

ADVERTISEMENT

Selain harus memahami teknik-teknik dasarnya, para pengemudi pemula juga dianjurkan melakukan latihan mengemudi mobil manual secara rutin. Dengan latihan yang rutin, diharapkan pengemudi pemula akan lebih cepat dalam merasakan feeling perpindahan gigi pada mobilnya.

Nah, bagi Anda yang saat ini masih dalam tahap belajar mobil manual, tidak ada salahnya juga untuk mengetahui hal-hal apa saja yang bisa dijadikan indikator, sudah jago atau belumnya Anda dalam mengemudikan mobil manual.

Berikut kumparan sajikan ulasannya.

1. Posisi tangan pada tuas transmisi

Bagi Anda yang sudah memahami pemahaman dasar dalam mengemudikan mobil, tentu sudah mengetahui bahwa kedua tangan pengemudi haruslah diletakkan pada setir mobil. Posisi tangannya, yakni tangan kanan di arah jam 2 atau jam 3, dan tangan kiri di arah jam 10 atau jam 9.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi, bagi beberapa pengemudi pemula yang belum paham, tidak jarang akan meletakkan tangan kirinya dalam waktu yang lama pada tuas transmisi. Mereka beranggapan dengan meletakkan tangan kiri di tuas transmisi, akan memudahkan mereka saat hendak melakukan perpindahan gigi.

Ilustrasi tangan istirahat pada tuas transmisi manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Padahal, cara tersebut jelas salah dan berbahaya. Dalam kondisi tertentu, bisa saja tangan yang berada di atas tuas transmisi itu tidak sengaja menggesernya. Dengan tuas transmisi yang bergeser tanpa menginjak kopling, dikhawatirkan akan berpotensi merusak girboks transmisi.

Tidak hanya itu saja, dengan kedua tangan yang tidak sigap berada di setir, juga bisa membuat pengemudi menjadi telat atau salah merespon setir saat kondisi darurat.

2. Posisi tuas transmisi saat berada di lampu merah

Selanjutnya, sudah lancar atau belumnya seseorang dalam mengemudikan mobil manual, juga bisa tercermin dari caranya mengambil keputusan, termasuk saat berhenti di lampu merah.

ADVERTISEMENT

Idealnya, saat sedang berada di kemacetan lampu merah, posisi tuas transmisi harus berada di posisi netral dengan kaki kiri yang tidak menginjak kopling.

Tuas persneling Toyota Kijang generasi keempat Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Akan tetapi, bagi beberapa pengemudi pemula yang belum lancar, sering kali mereka memasukkan tuas transmisi ke gigi 1 sambil menginjak pedal kopling. Mereka khawatir, apabila tidak memposisikan tuas transmisi di gigi 1, akan membuat mereka terlambat saat sudah lampu hijau dan bisa saja menjadikan mereka panik dan sulit berakselerasi awal.

Dengan perilaku posisi tuas transmisi yang terus berada di gigi 1, jelas sangat berbahaya. Sebab, selain bisa menyebabkan mobil tidak sengaja loncat apabila kopling terlepas, kondisi itu juga bisa mengakibatkan kampas kopling menjadi cepat habis.

3. Cara melalui jalan menanjak

New Daihatsu Sigra sedang diuji di jalanan menanjak. Foto: Daihatsu

Indikator lain yang bisa mendefinisikan sudah lancar atau belumnya seseorang saat mengemudikan mobil manual, juga bisa terlihat dari caranya mengemudi saat melaju di jalan menanjak.

ADVERTISEMENT

Beberapa pengemudi pemula, seringkali enggan menetralkan tuas transmisinya dan menginjak pedal rem saat sedang berhenti atau macet di tanjakan. Mereka lebih memilih terus menggenjot dan menyeimbangkan pedal kopling dan pedal gasnya agar mesin mobil tidak mati dan tidak mundur.

Ilustrasi kaki menginjak pedal kopling pada mobil manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Cara itu jelas sangat tidak dianjurkan. Selain bisa merusak komponen kopling karena terus diinjak, kondisi itu juga berbahaya, karena bisa membuat mobil loncat apabila pedal kopling tidak sengaja terangkat.

Dalam mengatasi kondisi tersebut, pengemudi pemula dianjurkan untuk menetralkan tuas transmisinya dan menginjak pedal rem. Apabila khawatir mobil mundur, maka bisa ditambahkan dengan mengaktifkan rem parkir.

4. Malas menurunkan gigi

Kebiasaan lain yang sering menjadi indikator bagi pengemudi pemula, yakni kebiasaan malas mengoper ke gigi rendah saat putaran mesin sudah sangat rendah.

Ilustrasi ganti gigi pada mobil manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Singkatnya, beberapa dari mereka sering memaksakan mobil tetap melaju dengan posisi transmisi yang masih tinggi, padahal laju mobil atau putaran mesin sudah sangat pelan. Bahkan, pada beberapa kasus, pengemudi tersebut sering memaksakan menginjak pedal gas secara dalam, berharap mendapatkan torsi yang cukup untuk tetap melaju.

ADVERTISEMENT

Jika kebiasaan itu terus dibiarkan, dampak terburuknya tentu saja bisa merusak beberapa komponen pada mesin mobil. Oleh karena itu, cara terbaik menghindari kerusakan mesin, yakni dengan jangan malas mengoper gigi ke yang lebih rendah apabila membutuhkan akselerasi instan.

5.Posisi kaki pada pedal kopling

Terakhir, hal yang bisa menjadi indikator sudah mahir atau belumnya seseorang dalam mengemudikan mobil manual, yakni dengan posisi kaki kirinya pada pedal kopling.

Ilustrasi kaki istirahat pada pedal kopling mobil manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Beberapa pengemudi pemula, seringkali masih meletakkan kaki kirinya pada pedal kopling. Meski tidak menginjak hingga dalam, kebiasaan ini jelas suatu hal yang salah.

Sebab, dengan meletakkan kaki pada pedal kopling, tanpa disadari bisa saja terdapat tekanan pada pedal kopling tersebut. Akibatnya, kopling akan sedikit terinjak dan membuatnya menjadi cepat aus.

ADVERTISEMENT

Sebaiknya, saat sedang tidak mengoper gigi, maka posisikanlah kaki kiri pada foot rest atau tidak di atas pedal kopling.

Jadi, dari kelima indikator mengemudi mobil manual yang dijelaskan di atas, kebiasaan mana yang masih sering Anda lakukan?

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

loading...

Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan