Konten dari Pengguna

Alasan Surah Ad-Dhuha Dikelompokkan ke dalam Surah Makkiyah

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Alasan Surah Ad-Dhuha Dikelompokkan ke Dalam Surah Makkiyah, Foto:Unsplash/Slashio Photography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Alasan Surah Ad-Dhuha Dikelompokkan ke Dalam Surah Makkiyah, Foto:Unsplash/Slashio Photography

Surah Ad-Dhuha dikelompokkan ke dalam surah makkiyah karena diturunkan di Makkah sebelum Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah.

Pengelompokan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tempat turunnya wahyu, tetapi juga menjadi bagian dari cara memahami sejarah pewahyuan Al-Qur'an.

Bagi pembaca yang sedang mempelajari ilmu Al-Qur'an, mengenali kategori surah seperti ini merupakan langkah penting untuk memahami konteks sejarahnya.

Alasan Surah Ad-Dhuha Dikelompokkan ke dalam Surah Makkiyah, yang Diturunkan di Makkah

Ilustrasi Alasan Surah Ad-Dhuha Dikelompokkan ke Dalam Surah Makkiyah, Foto:Unsplash/Malik Shibly

Berdasarkan informasi dari kemenag.go.id, surah Ad-Dhuha dikelompokkan ke dalam surah Makkiyah karena diturunkan di Makkah sebelum Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah.

Surah yang menempati urutan ke-93 dalam Mushaf Al-Qur'an ini terdiri atas 11 ayat dan memiliki makna yang berkaitan erat dengan perjalanan dakwah Nabi Muhammad saw. pada masa awal kenabian.

Pengelompokan surah menjadi Makkiyah dan Madaniyah merupakan bagian penting dalam mempelajari sejarah turunnya wahyu Al-Qur'an.

Melalui pengelompokan tersebut, latar belakang pewahyuan dapat dipahami dengan lebih baik, termasuk keadaan yang melingkupi penyampaian wahyu kepada Rasulullah.

Surah Ad-Dhuha memiliki latar belakang yang menarik karena turun setelah Nabi Muhammad saw. mengalami jeda penerimaan wahyu selama beberapa waktu.

Ketika itu, Malaikat Jibril belum kembali menyampaikan wahyu sehingga menimbulkan pertanyaan dan keraguan dari sebagian kaum Quraisy terhadap kenabian beliau. Bahkan, terdapat ejekan yang menyebutkan bahwa Allah telah meninggalkan Nabi Muhammad saw.

Keadaan tersebut menjadi salah satu latar belakang turunnya Surat Ad-Dhuha sebagai bentuk penguatan bagi Rasulullah dalam menjalankan tugas kerasulannya.

Selain menjelaskan konteks turunnya wahyu, Surah Ad-Dhuha juga memperlihatkan bagaimana Al-Qur'an memberikan ketenangan kepada Nabi Muhammad saw. ketika menghadapi keadaan yang tidak mudah.

Ayat-ayatnya menegaskan bahwa Allah tidak meninggalkan ataupun membenci Rasul-Nya.

Pesan tersebut berkaitan dengan situasi dakwah pada masa awal Islam, ketika Nabi Muhammad saw. menghadapi berbagai tantangan dalam menyampaikan ajaran Allah kepada masyarakat Makkah.

Pemahaman mengenai latar belakang turunnya Surah Ad-Dhuha menjadi bagian penting dalam mempelajari alasan surah ini digolongkan sebagai Makkiyah.

Pengelompokan tersebut tidak terlepas dari masa pewahyuan dan keadaan yang menyertai turunnya ayat-ayatnya.

Dengan mengenali konteks sejarah tersebut, pemahaman mengenai Surah Ad-Dhuha dapat menjadi lebih utuh, terutama dalam kaitannya dengan perjalanan dakwah Nabi Muhammad saw. sebelum hijrah ke Madinah. (DANI)

Baca juga: Arti Inna Nahnu Nazzalna Adz Zikra Wa Inna Lahu Lahafidhun dalam Surah Al-Hijr