Apa Itu Growol? Kenali Keunikan, Tekstur, dan Rasa Khasnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan apa itu growol kerap muncul, terutama ketika masyarakat mulai mengenal kembali ragam kuliner tradisional yang sempat kurang populer di tengah maraknya makanan modern.
Nama growol mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, tetapi keberadaannya telah lama menjadi bagian dari khazanah kuliner Nusantara.
Keunikan bahan baku, cara pengolahan, hingga karakter rasanya membuat makanan ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dipelajari lebih jauh.
Apa Itu Growol? Mengenal Lebih Dekat Kuliner Tradisional Indonesia
Apa itu growol? Growol merupakan makanan pokok tradisional yang berasal dari Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hidangan ini dibuat menggunakan bahan utama singkong atau ketela pohon yang diolah melalui tahapan khusus sehingga menghasilkan bentuk dan karakter yang berbeda dari singkong pada umumnya.
Meskipun tampilannya sederhana, growol telah lama dikenal sebagai salah satu pangan tradisional dengan ciri khas yang unik.
Menurut informasi dari YOUR TRAVEL DIARY, proses pembuatan growol dimulai dengan merendam singkong selama sekitar tiga hingga empat hari.
Selama masa tersebut, singkong mengalami fermentasi secara alami yang menjadi tahapan penting dalam pembuatannya.
Setelah proses fermentasi selesai, singkong kemudian dikukus hingga matang sehingga siap dijadikan makanan pokok.
Dilihat dari tampilannya, growol memiliki bentuk yang menyerupai nasi. Namun, teksturnya lebih padat dengan sedikit rasa kenyal ketika dikonsumsi.
Selain itu, growol memiliki cita rasa yang cenderung hambar sehingga sering disajikan bersama berbagai jenis lauk pendamping.
Karakter tersebut menjadikan growol berbeda dari berbagai olahan singkong lainnya, baik dari proses pengolahan maupun hasil akhirnya.
Sebagai makanan pokok tradisional asal Kabupaten Kulon Progo, growol menunjukkan pemanfaatan singkong melalui proses perendaman, fermentasi alami selama tiga hingga empat hari, kemudian dikukus hingga matang.
Hasil pengolahan tersebut menghasilkan makanan yang berbentuk mirip nasi, bertekstur padat agak kenyal, dan memiliki rasa hambar sebagai salah satu ciri khasnya. (DANI)
Baca juga: Asam Padeh Berasal dari Mana? Temukan Jawabannya di Sini