Arti Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri Wahlul Uqdatan Min Lisani Yafqohu Qouli
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu doa yang biasanya diamalkan umat Islam adalah doa Nabi Musa yang berbunyi robbisrohli sodri wayassirli amri wahlul uqdatan min lisani yafqohu qouli.
Doa tersebut umumnya diamalkan kaum muslimin jika menghendaki kemudahan dalam urusannya. Tidak jarang juga dibaca jika ingin bicara di depan banyak orang agar lancar berbicara.
Doa Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri Wahlul Uqdatan Min Lisani Yafqohu Qouli Sesuai Tafsir Al Quran
Doa yang berlafadz robbisrohli sodri wayassirli amri wahlul uqdatan min lisani yafqohu qouli merupakan doa Nabi Musa yang diambil dari Al Quran.
Pada tulisan kali ini juga akan dijelaskan arti doa tersebut dalam Bahasa Indonesia sekaligus dibahas ayat berapa saja yang ada di dalam Al Quran.
Mengutip buku Metode-Metode Mengajar Perspektif Al-Qur’an Hadits dan Aplikasinya dalam Pembelajaran PAI, Amirudin, (2023:40), dalam Al-Qur'an Surat Thaha Ayat 25-28, Allah berfirman:
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْري (٥٢) وَيَسِّرْ لِىٓ أَمْرِى (٦٢) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي (۷۲) يَفْقَهُوا۟ قَوْلِى (۸۲
Artinya: Berkata Musa "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku."
Menurut tafsir Kementrian Agama Republik Indonesia, dalam Ayat 25-28: Nabi Musa menyadari betapa berat tugas yang Allah amanahkan kepadanya.
Ia memohon kepada Allah seraya berkata, ya tuhanku, lapangkanlah dadaku sehingga jiwaku mampu menanggung tantangan tugasku, dan mudahkanlah untukku urusanku.
Sehingga dakwahku tidak menemui kesulitan, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku yang menghalangi kelancaranku dalam menyampaikan pesan-Mu agar mereka mengerti perkataanku dengan baik.
Perlu diketahui nabi Musa mendapatkan amanah dari Allah Ta’ala untuk mendakwahkan ketauhidan yakni menyembah Allah semata. Dakwah itu pun sampai kepada kepada Firaun dan kaumnya.
Mengingat firaun bukan orang sembarangan dan memiliki kerajaan serta pembantu-pembantu dari kalangan tukang sihir, nabi Musa menyadari tugas dakwahnya kepada firaun begitu berat.
Ia tak lupa berdoa dengan kalimat robbisrohli sodri wayassirli amri wahlul uqdatan min lisani yafqohu qouli dan berharap pertolongan dari Allah semata sehingga hasil akhir yang baik bisa dicapai. (NOV)
Baca juga: Kitab Taurat Diturunkan Kepada Nabi Musa untuk Pedoman Manusia