Konten dari Pengguna

Bagaimana Awan Terbentuk di Langit? Simak Penjelasannya Berikut Ini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana awan terbentuk di langit, Pexels/Gije Cho
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana awan terbentuk di langit, Pexels/Gije Cho

Awan merupakan benda langit yang dapat dilihat oleh mata. Bagaimana awan terbentuk menjadi pertanyaan sains yang banyak ditanyakan oleh para ilmuan sejak dulu.

Proses terbentuknya awan ternyata berkaitan erat dengan siklus air di Bumi. Meskipun terlihat ringan dan lembut, awan sebenarnya merupakan kumpulan tetes air atau kristal es yang melayang di atmosfer.

Penjelasan Bagaimana Awan Terbentuk di Langit yang Mudah Dipahami

Ilustrasi Bagaimana awan terbentuk di langit, Pexels/Natalya Cotenko

Awan menjadi salah satu pemandangan yang mudah ditemukan ketika melihat ke langit. Bentuknya pun beragam, mulai dari gumpalan putih kecil hingga lapisan tebal berwarna kelabu yang menutupi langit.

Bagaimana awan terbentuk di langit? Inilah penjelasan selengkapnya berdasarkan situs web science.nasa.gov.

Meskipun terlihat seperti benda padat, awan sebenarnya terbentuk dari kumpulan tetesan air berukuran sangat kecil atau kristal es yang melayang di atmosfer. Proses terbentuknya awan berawal dari air di permukaan Bumi.

Panas Matahari memberikan energi yang membuat sebagian air dari laut, danau, sungai, kolam, hingga permukaan basah berubah menjadi uap air. Perubahan air dari bentuk cair menjadi gas ini disebut evaporasi.

Uap air kemudian naik ke atmosfer bersama udara. Semakin tinggi posisinya, kondisi udara dapat menjadi lebih dingin sehingga uap air mulai mengalami perubahan.

Udara hanya mampu menampung sejumlah uap air tertentu. Kemampuan tersebut dipengaruhi oleh suhu dan tekanan atmosfer.

Ketika udara sudah mengandung uap air dalam jumlah maksimum atau mencapai kondisi jenuh, kemudian mengalami pendinginan, sebagian uap air tidak lagi dapat bertahan sebagai gas. Uap tersebut berubah menjadi tetesan air melalui proses kondensasi.

Dalam kondisi tertentu, uap air juga dapat langsung berubah menjadi kristal es melalui proses deposisi. Pembentukan tetesan air dan kristal es tidak berlangsung begitu saja.

Di atmosfer terdapat partikel-partikel sangat kecil yang dapat menjadi tempat menempelnya uap air. Partikel tersebut dapat berupa debu, garam dari percikan air laut, bakteri, bahkan abu vulkanik.

Ketika semakin banyak tetesan air atau kristal es berkumpul, terbentuklah awan yang dapat kita lihat dari permukaan Bumi. Menariknya, awan tidak selalu berada di ketinggian.

Jika proses pembentukan kumpulan tetesan air terjadi dekat permukaan tanah, fenomena tersebut dikenal sebagai kabut atau fog. Jadi, saat berjalan melewati kabut, sebenarnya kita sedang berada di dalam awan yang terbentuk sangat dekat dengan permukaan Bumi.

Meski proses dasarnya dapat dijelaskan melalui penguapan dan kondensasi, pembentukan awan ternyata jauh lebih kompleks. Awan berhubungan dengan berbagai proses di atmosfer dan berperan penting dalam memahami cuaca serta iklim Bumi.

Bagaimana awan terbentuk di langit? Jawabannya adalah berkaitan dengan siklus air. Para ilmuwan terus mempelajari awan menggunakan berbagai instrumen dan satelit untuk mengetahui lebih banyak tentang atmosfer dan perubahan iklim. (Fia)

Baca juga: Kenapa Benda Terlihat Lebih Besar di Dalam Air? Ini Penyebabnya