Bagaimana Burung Menemukan Arah Saat Migrasi? Ini Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana burung menemukan arah saat migrasi merupakan salah satu kemampuan menarik dalam kehidupan satwa. Burung migrasi dapat menempuh perjalanan hingga ribuan kilometer dan bahkan kembali ke wilayah yang sama setiap tahun.
Menariknya kembali, burung-burung muda pada beberapa spesies ini bisa melakukan perjalanan pertamanya tanpa didampingi burung dewasa.
Bagaimana Burung Menemukan Arah Saat Migrasi untuk Menempuh Perjalanan?
Bagaimana burung menemukan arah saat migrasi? Dikutip dari situs www.allaboutbirds.org, inilah penjelasannya.
Kemampuan migrasi tidak bergantung pada satu petunjuk saja. Burung menggunakan berbagai tanda dari lingkungan untuk menentukan arah dan mengetahui posisi selama perjalanan.
Matahari dan bintang menjadi dua petunjuk penting yang membantu burung menjaga orientasi. Pada siang hari, posisi matahari dapat digunakan sebagai semacam kompas.
Lalu burung yang bermigrasi pada malam hari dapat memperhatikan pergerakan bintang untuk menentukan arah utara dan selatan.
Selain itu, burung mampu memanfaatkan cahaya terpolarisasi. Pola cahaya tersebut dapat membantu menentukan arah, terutama saat matahari terbit atau terbenam.
Kemampuan ini berguna bagi burung yang memulai atau mengakhiri penerbangan ketika kondisi cahaya mulai berubah. Petunjuk lain yang tidak dimiliki manusia adalah kemampuan merasakan medan magnet Bumi.
Burung bisa memperoleh informasi tentang arah dari medan magnet dan kemungkinan menggunakan perubahan kekuatan serta kemiringannya untuk membantu mengetahui posisi.
Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya peran mata dalam mendeteksi arah medan magnet.
Tidak hanya mengandalkan langit, burung juga dapat mengenali bentang alam seperti pegunungan, sungai, dan danau. Sejumlah burung bahkan bisa memanfaatkan indra penciuman untuk membantu menentukan lokasi.
Misalnya pada burung laut yang memiliki kemampuan penciuman yang kuat untuk menemukan sumber makanan dan kembali ke wilayah perkembangbiakannya.
Semua petunjuk tersebut dapat digunakan secara bersamaan. Burung kemungkinan mengombinasikan beberapa sistem navigasi serta menyesuaikannya dengan kondisi perjalanan, baik saat terbang pada siang maupun malam hari atau ketika cuaca mengganggu pandangan.
Demikianlah penjelasan mengenai bagaimana burung menemukan arah saat migrasi. Kemampuan navigasi burung adalah hasil dari perpaduan berbagai indra dan petunjuk alam yang membuat perjalanan panjang dapat dilakukan dengan lebih terarah. (Dista)
Baca Juga: Kisah Burung Cendrawasih Menurut Rakyat Papua