Konten dari Pengguna

Bagaimana Debu Vulkanik Bisa Sampai ke Kota? Ini Penjelasannya Secara Sains

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana debu vulkanik bisa sampai ke kota?, Pexels/Ryoka Vertikal
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana debu vulkanik bisa sampai ke kota?, Pexels/Ryoka Vertikal

Letusan gunung dapat menghasilkan debu vulkanik berupa partikel batuan, mineral, dan material vulkanik yang berukuran sangat kecil. Lalu, bagaimana debu vulkanik bisa sampai ke kota? Pertanyaan ini sering terlintas dalam pikiran terutama saat bencana alam terjadi.

Debu vulkanik adalah material hasil letusan gunung api yang terdiri atas partikel-partikel sangat kecil dari batuan, mineral, dan kaca vulkanik. Berbeda dengan debu biasa, debu vulkanik terbentuk akibat pecahnya magma dan batuan selama proses erupsi.

Bagaimana Debu Vulkanik Bisa Sampai ke Kota Sebaran Abunya?

Ilustrasi bagaimana debu vulkanik bisa sampai ke kota?, Pexels/Ridwan Afriandy

Abu vulkanik sering kali dianggap hanya akan berdampak pada wilayah yang berada di sekitar gunung api. Padahal, partikel hasil letusan dapat terbawa hingga puluhan bahkan ratusan kilometer dari sumber erupsi.

Bagaimana debu vulkanik bisa sampai ke kota? Simak penjelasannya berikut ini berdasarkan situs web rri.co.id.

Debu vulkanik bisa sampai ke kota dapat terjadi karena abu vulkanik memiliki ukuran yang sangat kecil. Ukuran tersebut memudahkan debu dapat melayang di atmosfer dan terbawa oleh pergerakan angin.

Dalam kondisi tertentu, sebarannya bahkan dapat mencapai wilayah perkotaan yang cukup jauh dari gunung. Secara ilmiah, seberapa jauh abu vulkanik dapat menyebar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah ketinggian kolom erupsi.

Semakin tinggi material vulkanik terlontar ke atmosfer, semakin besar peluangnya masuk ke lapisan udara yang memiliki aliran angin lebih kuat. Kecepatan dan arah angin kemudian menentukan ke mana abu tersebut bergerak.

Ukuran partikel juga berpengaruh. Partikel yang lebih besar cenderung jatuh lebih dekat dengan gunung, sedangkan partikel yang sangat halus dapat bertahan lebih lama di udara dan terbawa lebih jauh.

Contohnya dapat dilihat dari sebaran abu Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026. Data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin mencatat kolom abu sempat mencapai sekitar 14,6 kilometer di atas permukaan laut.

Abu kemudian bergerak mengikuti pola angin di lapisan atmosfer. Ketika sampai di kota, abu vulkanik dapat menimbulkan berbagai dampak. Partikel halusnya dapat mengganggu kualitas udara dan masuk ke saluran pernapasan.

Abu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, hidung, dan tenggorokan. Karena itu, masyarakat di wilayah yang terdampak dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker serta pelindung mata ketika harus keluar rumah.

Jadi, bagaimana debu vulkanik bisa sampai ke kota? Jawabannya adalah abu vulkanik bisa sampai ke kota karena partikel abu yang sangat halus dapat diangkat ke atmosfer dan kemudian dipindahkan oleh angin.

Baca juga: Seberapa Jauh Debu Vulkanik Bisa Terbawa Angin? Ini Proses Alamnya