Seberapa Jauh Debu Vulkanik Bisa Terbawa Angin? Ini Proses Alamnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Debu atau abu vulkanik sering dianggap hanya sebagai material biasa yang jatuh di sekitar gunung api. Belum banyak masyarakat yang memahami betul seberapa jauh debu vulkanik bisa terbawa angin hingga melintasi benua dan lautan.
Pada saat letusan gunung api berlangsung sangat kuat, partikel-partikel halus abu vulkanik dapat melakukan perjalanan yang begitu luar biasa jauhnya. Seberapa jauh penyebarannya dipengaruhi kekuatan letusan dan kondisi angin.
Seberapa Jauh Debu Vulkanik Bisa Terbawa Angin?
Seberapa jauh debu vulkanik bisa terbawa angin? Partikel abu vulkanik hasil letusan gunung api dapat terbawa angin dengan jarak yang amat jauh.
Abu vulkanik terbentuk pada saat letusan eksplosif memecah magma atau batuan menjadi partikel sangat kecil.
Partikel ini berbeda dari abu hasil pembakaran kayu atau kertas. Abu vulkanik adalah pecahan material batuan yang keras, tidak bisa larut dalam air, abrasif, dan korosif.
Partikel ini ukurannya amat kecil, bahkan diameternya kurang dari 10 mikron. Inilah yang membuat debu ini dapat tetap melayang di atmosfer dan terbawa oleh arus angin.
Semakin kuat letusan sebuah gunung api, maka semakin tinggi material vulkanik yang dapat terdorong ke atmosfer.
Pada letusan yang sangat dahsyat, abu dapat mencapai ketinggian hingga sekitar 50 kilometer memasuki stratosfer. Saat sudah berada di ketinggian tersebut, partikel akan mudah terbawa oleh angin dalam jarak yang sangat jauh.
Mengutip smartairfilters.com, contoh paling dramatis terjadi pada letusan Krakatau mengutip pada tahun 1883 di Indonesia.
Partikel hasil letusan Krakatau dilaporkan terdeteksi hingga New York, yaitu sekitar 16.000 kilometer atau 10.000 mil dari sumbernya.
Perjalanannya bahkan diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 13 hari. Fenomena ini menunjukkan bahwa abu vulkanik tidak selalu berhenti ketika hujan abu berakhir di sekitar gunung.
Dampaknya pun bertahan lama. Sebagian partikel dari letusan Krakatau tetap berada di atmosfer bumi selama bertahun-tahun dan berkontribusi terhadap fenomena langit yang tidak biasa.
Di beberapa wilayah New York, matahari terbenam tampak berwarna merah menyala. Fenomena tersebut dilaporkan berlangsung hingga sekitar tiga tahun.
Namun, jarak yang sangat jauh ini tidak berarti seluruh abu dari sebuah letusan akan menyebar sejauh itu. Partikel yang lebih besar dan berat seperti lapili, blok, dan bom vulkanik, biasanya jatuh lebih dekat dengan kawah.
Seberapa jauh debu vulkanik bisa terbawa angin dipengaruhi kondisi angin di atmosfer dan bisa mencapai ribuan kilometer. Partikel abu vulkanik memang sangat halus dan paling mudah dibawa angin menyeberangi benua dan lautan. (Win)
Baca juga: Kenapa Abu Vulkanik Sulit Dibersihkan? Ini yang Membuat Berbeda dari Debu Biasa