Konten dari Pengguna

Kenapa Abu Vulkanik Sulit Dibersihkan? Ini yang Membuat Berbeda dari Debu Biasa

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Abu Vulkanik Sulit Dibersihkan,Foto:Unsplash/Christian Miranda
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Abu Vulkanik Sulit Dibersihkan,Foto:Unsplash/Christian Miranda

Kenapa abu vulkanik sulit dibersihkan? Setelah erupsi gunung api, pemandangan di sekitar lokasi terdampak biasanya berubah karena permukaannya tertutup lapisan abu.

Tidak hanya tanah dan jalan, abu juga dapat ditemukan di kaca, kendaraan, atap rumah, hingga benda-benda yang berada di luar ruangan.

Setelah Erupsi, Kenapa Abu Vulkanik Sulit Dibersihkan

Ilustrasi Kenapa Abu Vulkanik Sulit Dibersihkan,Foto:Unsplash/Christian Miranda

Kenapa abu vulkanik sulit dibersihkan? Dikutip dari situs rri.com jawabannya karena abu vulkanik memiliki karakter yang berbeda dari debu biasa. Partikelnya sangat halus, mudah menyebar, dan bisa menempel pada berbagai permukaan.

Abu vulkanik terdiri dari pecahan batuan, mineral, serta material vulkanik lain yang membuat teksturnya tidak sama seperti debu rumah tangga.

Saat gunung api mengalami erupsi, material dari dalam bumi dapat terlontar ke udara dan kemudian menyebar ke wilayah di sekitarnya. Sebagian material tersebut berukuran sangat kecil sehingga terbentuk menjadi abu vulkanik.

Karena partikelnya ringan dan halus, abu dapat terbawa angin hingga jarak yang cukup jauh. Tidak heran jika setelah erupsi, abu bisa ditemukan bukan hanya di tanah, tetapi juga di atap rumah, kendaraan, kaca, hingga berbagai sudut bangunan.

Yang membuatnya semakin sulit dibersihkan adalah bentuk partikelnya. Abu vulkanik tidak selalu memiliki permukaan yang halus dan bulat seperti yang sering dibayangkan ketika mendengar kata “debu”.

Sebagian partikelnya justru memiliki bentuk tidak beraturan dan permukaan yang kasar. Kondisi ini membuat abu lebih mudah terselip di celah-celah kecil dan menempel pada permukaan.

Abu vulkanik juga dapat mengandung kaca vulkanik yang terbentuk ketika material magma mengalami pendinginan dengan cepat saat berada di udara.

Keberadaan material tersebut membuat abu memiliki sifat abrasif. Karena itu, membersihkan abu vulkanik tidak bisa selalu dilakukan dengan cara menggosok permukaan secara langsung.

Hal ini juga penting diperhatikan ketika abu menempel pada kendaraan, mengelap kaca atau bodi mobil yang masih tertutup abu secara sembarangan dapat menyebabkan partikel bergesekan dengan permukaan dan berpotensi menimbulkan goresan halus.

Cara membersihkannya perlu dilakukan dengan hati-hati agar abu tidak justru menyebar atau menggesek permukaan.

Kenapa abu vulkanik sulit dibersihkan pada akhirnya menjadi hal yang cukup masuk akal jika melihat kondisi setelah erupsi.

Membersihkannya memang membutuhkan perhatian lebih agar tidak justru menimbulkan masalah baru pada benda atau lingkungan sekitar. (shr)

Baca juga: Bagaimana Pasang Surut Terjadi? Temukan Faktanya di Sini