Bagaimana Manusia Purba Membuat Pakaian? Cari Tahu Informasinya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Informasi bagaimana manusia purba membuat pakaian menarik untuk dibahas ketika mempelajari kehidupan manusia pada masa lampau.
Pakaian tidak hanya digunakan untuk menutupi dan melindungi tubuh, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan manusia purba dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitarnya.
Seiring perkembangan kehidupan manusia, berbagai bahan alami mulai dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagaimana Manusia Purba Membuat Pakaian di Masa Lampau?
Bagaimana manusia purba membuat pakaian? Dikutip dari laman textileschool.com, pada masa prasejarah, manusia belum mengenal kain seperti sekarang. Berbagai bahan alami di sekitar digunakan untuk melindungi tubuh, seperti kulit dan bulu hewan, rumput, daun, tulang, serta cangkang, terutama untuk menghadapi suhu dingin.
Salah satu manusia purba yang diketahui menggunakan kulit hewan sebagai pakaian adalah Neanderthal, yang hidup sekitar 200.000 SM hingga 30.000 SM. Neanderthal berburu berbagai hewan, seperti mamut, beruang, rusa, dan sapi kesturi. Kulit dan bulu hewan hasil buruan kemudian dimanfaatkan untuk menjaga tubuh tetap hangat dan kering. Pada awalnya, kulit hanya disampirkan atau diikat pada tubuh.
Seiring berkembangnya kemampuan, alat sederhana seperti penusuk mulai digunakan untuk membuat lubang pada kulit, kemudian bagian-bagian kulit disatukan menggunakan tali dari kulit. Manusia Cro-Magnon selanjutnya menggunakan jarum dari tulang hewan untuk menjahit potongan kulit dan bulu sehingga pakaian menjadi lebih rapi dan sesuai dengan bentuk tubuh.
Salah satu pakaian awal yang dibuat dengan teknik tersebut adalah tunik, yaitu dua potong kulit berbentuk persegi panjang yang disatukan dan diberi lubang untuk kepala. Selain tunik, manusia Cro-Magnon juga mengembangkan pakaian seperti celana, baju, selendang, tudung kepala, dan sepatu bot untuk melindungi tubuh dari udara dingin.
Bukti lain ditemukan pada jasad Iceman, seorang pemburu yang hidup sekitar 5.300 tahun lalu di pegunungan Austria. Pakaian yang ditemukan bersamanya meliputi legging, kain kulit, mantel bulu, sepatu kulit yang diisi rumput, dan topi berbahan bulu. Temuan tersebut menunjukkan bahwa manusia pada masa itu telah mampu membuat pakaian dengan teknik yang cukup kompleks.
Selain kulit dan bulu, manusia kemudian mulai memanfaatkan serat alami untuk membuat kain. Ketika masyarakat Neolitikum mulai menetap, teknik menenun serat mulai berkembang dan menjadi awal perkembangan teknologi tekstil. Jadi, pembuatan pakaian manusia purba berkembang secara bertahap, dari sekadar menyampirkan kulit hewan hingga menjahitnya menjadi pakaian yang lebih terstruktur dan nyaman.
Itulah penjelasan mengenai bagaimana manusia purba membuat pakaian, mulai dari memanfaatkan kulit dan bulu hewan hingga mengembangkan teknik menjahit menggunakan jarum dari tulang. Perkembangan tersebut menjadi salah satu awal munculnya pakaian dan teknologi tekstil yang terus berkembang hingga saat ini. (Idaf)
Baca juga: Kenapa Tahun Kabisat Memiliki 366 Hari? Ini Penjelasannya