Kenapa Tahun Kabisat Memiliki 366 Hari? Ini Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa tahun kabisat memiliki 366 hari adalah pembelajaran yang perlu diketahui karena penambahan satu hari pada kalender diperlukan untuk menyesuaikan perhitungan waktu dengan lamanya Bumi mengelilingi Matahari.
Selisih waktu yang terkumpul setiap tahun membuat kalender perlu mendapat penyesuaian secara berkala.
Kenapa Tahun Kabisat Memiliki 366 Hari?
Kenapa tahun kabisat memiliki 366 hari? Dikutip dari situs www.pbs.org, Bumi membutuhkan waktu sekitar 365,24 hari untuk menyelesaikan satu kali revolusi mengelilingi Matahari.
Angka tersebut sedikit lebih panjang dibandingkan 365 hari yang digunakan dalam kalender biasa. Selisih sekitar seperempat hari setiap tahun memang terlihat kecil, tetapi jika dibiarkan terus-menerus, perbedaannya akan semakin besar.
Untuk mengatasinya, kalender menambahkan satu hari ke dalam tahun tertentu. Hari tambahan tersebut ditempatkan pada bulan Februari sehingga Februari memiliki 29 hari, bukan 28 hari seperti pada tahun biasa.
Tahun yang mendapatkan tambahan satu hari inilah yang disebut tahun kabisat. Jika tidak ada tahun kabisat, kalender perlahan akan bergeser dari siklus musim.
Setelah beberapa tahun, tanggal yang tercantum dalam kalender tidak lagi berada pada waktu yang sesuai dengan kondisi musim sebenarnya. Penambahan satu hari secara berkala membantu menjaga kalender tetap selaras dengan peredaran Bumi mengelilingi Matahari.
Aturan penentuan tahun kabisat juga tidak sekadar dilakukan setiap empat tahun tanpa pengecualian. Tahun yang dapat dibagi habis oleh empat umumnya merupakan tahun kabisat.
Namun, tahun abad seperti 1700, 1800, dan 1900 tidak termasuk tahun kabisat meskipun dapat dibagi empat. Pengecualian berlaku apabila tahun tersebut juga dapat dibagi habis oleh 400. Oleh karena itu, tahun 2000 merupakan tahun kabisat, sedangkan 1900 bukan.
Sistem tersebut dibuat karena panjang tahun tropis tidak tepat 365,25 hari. Jika kalender selalu menambahkan satu hari setiap empat tahun tanpa aturan tambahan, masih akan ada sedikit pergeseran dalam jangka panjang.
Aturan tahun abad ini membantu memperkecil selisih. Dengan adanya 29 Februari memang hanya berlangsung secara berkala, tetapi perannya cukup penting dalam menjaga ketepatan kalender.
Satu hari tambahan membantu perhitungan tanggal mengikuti siklus tahunan Bumi dan perubahan musim. Demikianlah penjelasan kenapa tahun kabisat memiliki 366 hari yaitu untuk menyesuaikan kalender dengan waktu yang dibutuhkan Bumi mengelilingi Matahari. (Dista)
Baca Juga: Sejarah Kalender Masehi dan Teori Perhitungannya