Konten dari Pengguna

Bolehkah Mencuci Wajan Saat Masih Panas? Simak Cara yang Tepat

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Bolehkah mencuci wajan saat masih panas?. unsplash/joser0337
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Bolehkah mencuci wajan saat masih panas?. unsplash/joser0337

Bolehkah mencuci wajan saat masih panas? Pertanyaan ini mungkin muncul setelah memasak, terutama ketika masih ada sisa makanan yang menempel di permukaan wajan.

Keinginan untuk segera membersihkan peralatan masak memang wajar, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum wajan berpindah dari kompor ke wastafel.

Bolehkah Mencuci Wajan Saat Masih Panas Setelah Digunakan?

ilustrasi Bolehkah mencuci wajan saat masih panas?. unsplash/Jonathan Cooper

Bolehkah mencuci wajan saat masih panas? Pada dasarnya, wajan sebaiknya dibiarkan mendingin terlebih dahulu sebelum dicuci, terutama jika suhunya masih sangat tinggi.

Seperti informasi yang ditulis tasteofhome.com, hindari langsung memasukkan wajan panas ke dalam wastafel yang berisi air dingin karena perubahan temperatur secara tiba-tiba dapat memberikan tekanan pada material wajan.

Kejutan termal terjadi ketika suatu material mengalami perubahan suhu yang sangat cepat. Logam akan memuai ketika dipanaskan dan menyusut ketika didinginkan. Jika proses tersebut berlangsung secara bertahap, material memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.

Sebaliknya, pendinginan secara mendadak dapat menimbulkan tekanan yang membuat bentuk atau struktur peralatan masak berubah.

Sebagian besar panci dan wajan dibuat dari logam atau kombinasi beberapa material, seperti baja tahan karat dan aluminium. Ada pula peralatan masak yang dilengkapi lapisan enamel atau anti lengket.

Setiap material mempunyai tingkat pemuaian dan penyusutan yang berbeda.

Ketika wajan yang sangat panas langsung terkena air dingin, bagian yang bersentuhan dengan air dapat mengalami penurunan suhu lebih cepat dibandingkan bagian lainnya.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan material menyusut secara tidak seragam. Dalam kondisi tertentu, tekanan akibat perubahan suhu ini dapat membuat wajan melengkung, retak, atau mengalami kerusakan pada lapisannya. Wajan dengan bentuk yang sudah berubah juga dapat membuat permukaan pemanasan menjadi tidak merata.

Pada wajan yang memiliki lapisan antilengket atau enamel, perubahan suhu yang ekstrim juga berpotensi merusak lapisan tersebut. Kerusakan dapat semakin parah jika kebiasaan menyiram wajan panas dengan air dingin dilakukan berulang kali.

Cara paling aman adalah membiarkan wajan mendingin secara perlahan setelah digunakan. Wajan dapat dibiarkan di atas kompor yang sudah dimatikan atau dipindahkan ke tatakan dan permukaan yang tahan panas apabila membutuhkan ruang memasak.

Setelah suhunya turun selama beberapa waktu, wajan dapat dicuci menggunakan air. Jika ingin mempercepat proses pendinginan, gunakan air bersuhu suam-suam kuku, bukan air yang sangat dingin. Cara ini membantu mengurangi perbedaan suhu secara drastis.

Perhatian lebih diperlukan pada wajan anti lengket yang tipis serta peralatan masak berbahan kaca dan keramik karena sebagian material tersebut lebih rentan terhadap kejutan termal.

Wajan yang lebih tebal dan memiliki konstruksi kuat mungkin lebih tahan terhadap perubahan suhu, tetapi tetap sebaiknya tidak langsung disiram air dingin ketika masih sangat panas.

Bolehkah mencuci wajan saat masih panas? Sebaiknya jangan langsung mencucinya dengan air dingin ketika suhunya masih tinggi. Berikan waktu agar wajan mendingin secara alami, kemudian cuci dengan air dan sabun setelah temperaturnya lebih rendah.

Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko wajan melengkung, retak, atau mengalami kerusakan pada lapisan permukaannya. (Rahma)

Baca juga: Kenapa Pakaian Bisa Menyusut Setelah Dicuci? Cek Perubahan Serat Kain di Sini