Konten dari Pengguna

Cara Mematangkan Alpukat dengan Cepat dan Alami di Rumah

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara mematangkan alpukat. Foto: Unsplash/Gil Ndjouwou
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara mematangkan alpukat. Foto: Unsplash/Gil Ndjouwou

Cara mematangkan alpukat dengan cepat dan alami di rumah menjadi informasi yang banyak dicari karena alpukat sering dibeli dalam kondisi masih keras dan belum siap dikonsumsi.

Alpukat merupakan buah yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan serta kini banyak dibudidayakan di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia.

Mengutip dari laman jdih.babelprov.go.id, alpukat dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Buah ini mengandung lemak tak jenuh, vitamin, mineral, dan serat yang baik untuk tubuh.

Cara Mematangkan Alpukat dengan Beberapa Cara Alami

Ilustrasi Cara mematangkan alpukat . Foto: Unsplash/John Vid

Cara mematangkan alpukat dapat dilakukan dengan beberapa metode sederhana yang mudah diterapkan. Cara paling umum adalah menyimpan alpukat pada suhu ruangan dan tidak meletakkannya di bawah sinar matahari langsung.

Suhu ruangan membantu proses pematangan berlangsung dengan cara alami tanpa merusak kualitas buah. Selain itu, alpukat dapat disimpan bersama buah pisang atau apel dalam satu wadah atau kantong kertas.

Kedua buah tersebut menghasilkan gas etilen yang berfungsi mempercepat proses pematangan buah di sekitarnya. Semakin banyak gas etilen yang terperangkap, semakin cepat pula alpukat menjadi matang.

Metode lain yang sering digunakan adalah membungkus alpukat dengan koran atau kertas. Cara ini membantu menjaga suhu di sekitar buah sekaligus menahan gas etilen agar tidak cepat menguap. Alpukat yang dibungkus biasanya dapat matang lebih cepat dibandingkan yang dibiarkan terbuka.

Saat proses pemeraman berlangsung, sebaiknya buah diperiksa setiap hari untuk mengetahui tingkat kematangannya. Alpukat yang sudah matang umumnya terasa sedikit empuk ketika ditekan perlahan menggunakan jari.

Namun, hindari menekan terlalu kuat karena dapat merusak daging buah. Hal yang juga perlu diperhatikan adalah menghindari penyimpanan alpukat mentah di dalam kulkas.

Suhu dingin dapat memperlambat bahkan menghentikan proses pematangan sehingga buah membutuhkan waktu lebih lama untuk siap dikonsumsi. Setelah alpukat matang sempurna, barulah buah dapat disimpan di dalam kulkas agar kesegarannya bertahan lebih lama.

Dengan metode pemeraman yang tepat, alpukat dapat matang secara alami tanpa memerlukan bahan tambahan apa pun sehingga rasa, tekstur, dan kandungan gizinya tetap terjaga dengan baik.(Yolan)

Baca juga: Cara Mematangkan Durian yang Sudah Terlanjur Dibuka agar Lebih Manis