Daya Angkut Air yang Disebabkan oleh Transpirasi pada Tumbuhan
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daya angkut air yang disebabkan oleh transpirasi disebut sebagai mekanisme yang membantu pergerakan air dari akar menuju daun.
Proses ini berkaitan dengan penguapan air pada permukaan daun yang menimbulkan tarikan pada air di dalam jaringan pengangkut.
Air yang diserap dari tanah kemudian bergerak melalui batang hingga mencapai daun untuk mendukung berbagai proses kehidupan tumbuhan, termasuk fotosintesis.
Daya Isap Daun: Daya Angkut Air yang Disebabkan oleh Transpirasi
Daya angkut air yang disebabkan oleh transpirasi disebut daya isap daun. Transpirasi merupakan proses hilangnya air dari tumbuhan dalam bentuk uap, terutama melalui stomata pada daun.
Berdasarkan penjelasan artikel yang diunggah courses.lumenlearning.com, ketika air menguap dari permukaan sel daun, tegangan terbentuk dan menarik air di dalam pembuluh xilem. Tarikan tersebut membantu air bergerak dari akar menuju bagian tumbuhan yang lebih tinggi.
Proses ini berlangsung secara pasif sehingga tidak membutuhkan energi metabolik dalam bentuk ATP secara langsung. Energi yang menggerakkan transpirasi berasal dari perbedaan energi air antara tanah dan atmosfer.
Dengan mekanisme tersebut, air dapat bergerak melalui jaringan pengangkut untuk memenuhi kebutuhan tumbuhan. Air diserap oleh akar, kemudian diangkut menuju batang dan daun melalui xilem.
Jaringan ini memiliki struktur yang mendukung pergerakan air dan mineral ke bagian atas tumbuhan. Sementara itu, floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis ke berbagai bagian tumbuhan.
Pada daun, air yang membasahi dinding sel mesofil menguap ke ruang udara di dalam jaringan. Ketika lapisan air semakin menipis, tegangan pada permukaan sel meningkat dan menarik air dari pembuluh xilem. Proses tersebut membantu mempertahankan aliran air dari akar hingga daun.
Mekanisme ini dijelaskan melalui teori kohesi-tegangan (cohesion-tension theory). Kohesi merupakan gaya tarik antarmolekul air, sedangkan adhesi adalah gaya tarik antara air dan dinding pembuluh xilem.
Kedua gaya tersebut membantu mempertahankan kesinambungan aliran air di dalam tumbuhan. Transpirasi yang berlebihan dapat menyebabkan tumbuhan kehilangan lebih banyak air daripada yang diserap akar.
Akibatnya, pertumbuhan dapat terhambat dan tumbuhan berisiko mengalami dehidrasi. Karena itu, pengaturan stomata penting untuk menjaga keseimbangan air.
Daya angkut air yang disebabkan oleh transpirasi disebut daya isap daun. Mekanisme ini terjadi ketika penguapan air dari daun menimbulkan tegangan yang menarik air melalui xilem dari akar menuju bagian atas tumbuhan.
Kohesi dan adhesi membantu menjaga aliran air, sedangkan stomata mengatur laju transpirasi. Proses tersebut mendukung pengangkutan air dan mineral serta membantu memenuhi kebutuhan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. (Rahma)
Baca juga: Makhluk Hidup yang Dapat Melakukan Fotosintesis dalam Ekosistem dan Perannya