Doa untuk Kirim Doa Orang Meninggal dan Hikmah Membacanya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ditinggalkan oleh sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia menjadi kerinduan tersendiri bagi seorang Muslim. Untuk mengobati kerinduan itu, Muslim bisa melafalkan doa untuk kirim doa orang meninggal dunia.
Terlebih apabila yang meninggal tersebut adalah orang tua, maka selayaknya anak yang berbakti haruslah rajin mengirim doa. Mendoakan orang tua yang meninggal mengandung hikmah tersendiri apabila diamalkan.
Amalan Bagi Muslim, Doa untuk Kirim Doa Orang Meninggal
Doa untuk kirim doa orang meninggal bisa dibaca untuk menghadiahkan doa dan permohonan ampunan kepada Allah untuk orang yang telah meninggal, khususnya orang tua.
Hal tersebut sebagaimana keterangan Syekh M Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain, Beirut, Darul Fikr, 281, berikut ini:
هَدَايَا الْأَحْيَاءِ لِلْأَمْوَاتِ الدُّعَاءُ وَالْإِسْتِغْفَارُ
Terjemahannya adalah “Hadiah orang-orang yang masih hidup kepada orang-orang yang telah meninggal dunia adalah doa dan permohonan ampunan kepada Allah (istighfar) untuk mereka.”
1. Doa Pertama
Adapun berikut ini adalah bacaan untuk kirim doa orang yang telah meninggal dunia dan permohonan ampunan yang diajukan kepada Allah Swt untuk umat Islam secara umum.
Terkhusus kepada kedua orang tua, guru, orang-orang yang berjasa, dan orang tertentu yang memiliki hak tertentu atas diri seorang Muslim yang belum sempat terselesaikan karena beberapa hal.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا
Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddātinā, wa asātidzatinā, wa mu‘allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”
2. Doa Kedua
Bacaan doa berikut ini merupakan lanjutan doa yang dapat dibaca sebagai permohonan rahmat, ampunan, dan syafaat bagi orang yang telah meninggal dunia untuk bersyahadat secara umum:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.
Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa‘fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”
3. Doa Ketiga
Doa berikut ini ditujukan untuk kedua orang tua yang telah meninggal dunia, ada baiknya juga doa ini ditutup dengan bacaan sapu jagad, shalawat Nabi, dan pembacaan Surat Al-Fatihah.
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ …
Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn. Al-Fatihah.
Artinya: “Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Dilanjutkan membaca Surat Al-Fatihah.”
Mengirim hadiah doa di atas untuk seseorang yang telah meninggal dunia yaitu, mendapatkan ampunan Allah, diampuni dosanya, dan diringankan dari segala macam siksa kubur ataupun akhirat.
Selain itu, bagi Muslim yang mengirim doa juga akan memperoleh sejumlah kemanfaatan. Seperti mendapatkan ketenangan batin dan terobati kerinduannya terhadap keluarga atau orang tua yang telah meninggal dunia.
Itulah rangkaian doa untuk kirim doa orang meninggal dunia yang bisa dibaca pada malam Jum’at. Dimana hari tersebut dianggap Sayyidul Ayyam dalam Islam, hari yang ditunggu semua makhluk baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. (Win)
Baca juga: Perbuatan yang Terhindar oleh Orang yang Beriman Kepada Malaikat