Iman Sebagai Suatu Kepercayaan atau Sikap Batin Pengertian Ini Tidak Sesuai
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Iman diartikan sebagai suatu kepercayaan atau sikap batin, pengertian ini tidak sesuai dengan apa? Untuk menjawab pertanyaan dalam Tes Formatif mata perkuliahan Pendidikan Agama Islam tersebut, diperlukan adanya pemahaman terkait keimanan dan kepercayaan atau sikap batin.
Dalam Modul 1 Tuhan Yang Maha Esa dan Ketuhanan Drs. Syaiful Mikdar, 1.21-22, dijelaskan bahwa iman hanya dijelaskan sebagai kepercayaan atau sikap batin. Hal ini kurang lengkap jika disandingkan dengan hadis Nabi saw.
Berdasarkan hadis Nabi Muhammad saw, iman yang hakiki harus terintegrasi dengan tiga aspek, yaitu aqdun bil qalbi (keyakinan hati), ikraarun bil lisaani (ucapan lisan), dan amalun bil arkani (perilaku atau perbuatan).
Iman Sebagai Suatu Kepercayaan atau Sikap Batin Pengertian Ini Tidak Sesuai dengan Hadis Nabi
Iman diartikan sebagai suatu kepercayaan atau sikap batin, pengertian ini tidak sesuai dengan apa yang termaksud? Pertanyaan ini mengharuskan mahasiswa memilih satu jawaban yang paling tepat dari beberapa jawaban, diantaranya:
A. hadis nabi
B. kamus bahasa Arab
C. pendapat kebanyakan ulama
D. keyakinan umat Islam.
Dari semua pilihan tersebut, jawaban yang paling tepat adalah A, hadis nabi. Iman adalah asas penting yang menentukan ragam kepribadian manusia.
Banyak Muslim yang selama ini memahami bahwa iman artinya kepercayaan atau sikap batin, yaitu mempercayai adanya Allah Swt, Malaikat, Rasul, Kitab, Hari Akhir (kiamat), serta Qada dan Qadar.
Pengertian tersebut apabila disandarkan dengan hadis Nabi aqdun bil qalbi wa ikraarun bil lisaani wa amalun bil arkani, maka penjelasan iman akan lebih operasional.
Iman didefinisikan sebagai kepribadian yang mencerminkan suatu keterpaduan antara kalbu, ucapan dan perilaku menurut ketentuan Allah, dan disampaikan oleh Malaikat kepada Nabi Muhammad.
Ketentuan Allah Swt terdapat di dalam kitab suci Al-Quran sebagai kumpulan wahyu, yang fungsinya untuk mencapai tujuan hakiki manusia, yaitu bahagia dalam hidup jangka pendek maupun jangka panjang.
Isi kitab Al-Quran adalah ketentuan tentang nilai-nilai kehidupan yang baik dan yang buruk berdasarkan firman Allah. Di dalamnya, ada tiga aspek iman yaitu pengetahuan, kemauan dan kemampuan.
Seorang Muslim yang beriman kepada Allah adalah yang memiliki pengetahuan, kemauan dan kemampuan untuk hidup sesuai pedoman Al-Quran seperti yang diteladankan oleh Rasulullah Muhammad saw.
Iman sebagai suatu kepercayaan atau sikap batin pengertian ini tidak sesuai dengan hadist Nabi saw. Prasyarat untuk mencapai keimanan adalah memahami Al-Quran dan menumbuhkembangkan kegiatan untuk mengamalkan kandungannya. (Win)
Baca juga: Keyakinan Bahwa Allah Memiliki Nama-nama Indah Sebagai Kewajiban Muslim