Kenapa Air Laut Membuat Kulit Terasa Lengket? Ini Kandungan Zatnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang yang merasa kulitnya lengket setelah berenang di laut atau bermain di tepi pantai. Hal ini menimbulkan rasa penasaran hingga muncul pertanyaan, kenapa air laut membuat kulit terasa lengket?
Dikutip dari penjelasan www.binghamton.edu, sebenarnya sensasi ini lebih tepat dipahami sebagai kombinasi antara residu garam yang tertinggal di permukaan kulit dan perubahan pada cara lapisan kulit terluar yang mengering.
Kenapa Air Laut Membuat Kulit Terasa Lengket Setelah Berenang?
Kenapa air laut membuat kulit terasa lengket? Hal ini terjadi karena mengandung berbagai ion dan mineral yang sudah terlarut.
Rata-rata, salinitas laut jumlahnya sekitar 35 bagian per seribu, atau sekitar 3,5% dari berat air laut yang berasal dari garam terlarut.
Kemudian dua ion yang paling dominan adalah klorida (Cl⁻) dan natrium (Na⁺). Kedua zat ini bersama-sama menyumbang sekitar 85% dari seluruh ion yang terlarut.
Sisa zat lainnya yaitu magnesium (Mg²⁺), sulfat (SO₄²⁻), kalsium (Ca²⁺), kalium (K⁺), bikarbonat, dan bromida.
Sebagai gambaran mudahanya, misalnya dalam satu liter air laut rata-rata terdapat sekitar 19.000 mg klorida, 10.500 mg natrium, 2.700 mg sulfat, 1.350 mg magnesium, 410 mg kalsium, dan 390 mg kalium.
Pada saat seseorang keluar dari laut, sebagian air yang menempel di kulit manusia menguap. Namun, mineral dan garam yang terlarut tidak ikut menguap. Zat-zat ini tertinggal sebagai lapisan sangat tipis di permukaan kulit manusia.
Ketika konsentrasi garam semakin tinggi karena airnya menghilang, maka residu tersebut dapat memberikan sensasi kesat, kaku, dan sedikit lengket saat kulit disentuh atau digosok.
Selain itu ada efek lain yang tidak kalah penting. Penelitian Binghamton University menjelaskan bahwa air asin dalat meningkatkan “drying stress”.
Drying stress artinya tegangan yang terbentuk ketika lapisan terluar kulit (stratum corneum) mengering.
Kulit yang terkena air asin menjadi lebih kaku dan mengalami tegangan lebih besar dibandingkan dengan kulit yang terkena air murni.
Sehingga, sensasi yang timbul di kulit setelah berenang di laut sesungguhnya karena airnya menguap. Sementara garam dan mineral tertinggal di kulit, kemudian proses pengeringan membuat lapisan terluar kulit terasa lebih kencang.
Itulah yang membuat mandi dengan air tawar setelah berenang dapat menghilangkan sensasi ini. Garam bersifat larut dalam air, jadi dengan membilas kulit dapat membawa garam dan mineral yang menempel pergi.
Kenapa air laut membuat kulit terasa lengket? Karena ada banyak kandungan ion yang terdapat pada air laut, terlebih garam dan mineral. Usahakan untuk membilas tubuh setelah terkena air laut agar sensasi lengket hilang. (Win)
Baca juga: Mengapa Air Laut Asin? Ini Penjelasan Sains yang Mudah Dipahami