Kenapa Gula Pasir Bisa Mengeras? Begini Cara Menyimpan Gula yang Tepat
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa gula pasir bisa mengeras menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan karena perubahan tekstur dapat terjadi tanpa adanya proses pengolahan khusus.
Terlebih lagi, gula yang awalnya ringan dan mudah ditaburkan bisa berubah menjadi padat sehingga membutuhkan usaha lebih saat akan digunakan.
Karena itu, perubahan kecil pada bahan dapur ini menyimpan proses yang menarik untuk dipahami lebih jauh.
Kenapa Gula Pasir Bisa Mengeras? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui
Kenapa gula pasir bisa mengeras menjadi hal yang kerap diperhatikan ketika butiran gula yang semula terpisah mulai berubah menjadi gumpalan.
Gula pasir yang baru dibuka biasanya memiliki tekstur kering dengan butiran yang mudah mengalir dan dituangkan. Namun, setelah disimpan dalam waktu tertentu, kondisi tersebut dapat berubah.
Menurut unggahan akun Instagram @sahabatmakan.official, butiran gula bisa saling menempel hingga membentuk bagian yang lebih padat dan sulit dipisahkan.
Perubahan tekstur ini berkaitan dengan sifat alami yang dimiliki oleh gula pasir, terutama ketika berada di lingkungan dengan kelembapan tertentu.
Gula pasir memiliki sifat higroskopis, yaitu kemampuan untuk menyerap kelembapan dan air dari udara sekitar.
Ketika gula berada di lingkungan yang memiliki kelembapan, butiran-butirannya dapat menyerap sejumlah air dari udara. Kelembapan tersebut kemudian memengaruhi permukaan butiran gula sehingga menjadi lebih mudah saling menempel.
Seiring waktu, kondisi tersebut dapat membuat beberapa butiran gula bergabung dan membentuk gumpalan.
Permukaan butiran yang terkena kelembapan menjadi lebih lengket sehingga butiran yang berdekatan dapat melekat satu sama lain. Akibatnya, gula yang awalnya berupa butiran terpisah perlahan berubah menjadi bagian yang lebih padat.
Perubahan ini juga membuat gula terasa lebih keras ketika diambil dari wadah penyimpanan. Butiran yang sebelumnya mudah mengalir dapat menjadi menggumpal dan tidak lagi terpisah dengan mudah.
Proses tersebut terjadi secara bertahap karena gula terus berinteraksi dengan kelembapan dan air yang terdapat di udara sekitar.
Sifat higroskopis inilah yang berkaitan dengan kemampuan gula pasir dalam menyerap kelembapan. Ketika kelembapan terserap, kondisi permukaan butiran berubah sehingga kemungkinan terjadinya penempelan menjadi lebih besar.
Karena itu, gula yang terpapar kelembapan dapat mengalami perubahan tekstur dari butiran yang terpisah menjadi gumpalan yang lebih keras.
Dengan demikian, pengerasan atau penggumpalan gula pasir berkaitan dengan sifat higroskopisnya. Kemampuan menyerap kelembapan dan air dari udara sekitar dapat membuat butiran gula saling menempel, kemudian membentuk gumpalan.
Perubahan tersebut menjelaskan mengapa gula pasir yang semula kering dan mudah ditaburkan dapat menjadi lebih padat setelah disimpan dalam kondisi tertentu. (DANI)
Baca juga: Asal Usul Sungai Kapuas Berdasarkan Cerita Rakyat yang Berkembang