Kenapa Santan Bisa Pecah Saat Dimasak? Cari Tahu di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa santan bisa pecah saat dimasak dan jenis kelapa apa yang paling cocok untuk itu? Santan menjadi salah satu bahan yang hampir selalu ada dalam berbagai masakan tradisional.
Cairan berwarna putih ini memberikan rasa gurih sekaligus tekstur khas pada makanan, sehingga banyak digunakan untuk membuat gulai, opor, rendang, hingga aneka kue.
Dalam prosesnya, santan tidak selalu berada dalam kondisi yang sama. Setelah dibiarkan selama beberapa waktu, tampilan santan dapat berubah dan bagian-bagiannya mulai terlihat berbeda.
Kenapa Santan Bisa Pecah Saat Dimasak Walau Selalu Diaduk?
Kenapa santan bisa pecah saat dimasak? Dikutip dari laman eximinternationals.com, santan merupakan campuran minyak kelapa, air, dan komponen lain yang secara alami dapat mengalami pemisahan.
Santan akan terpisah ketika didiamkan karena minyak kelapa secara perlahan berkumpul di bagian atas, sedangkan bagian yang lebih banyak mengandung air berada di bawah. Karena itu, setelah beberapa waktu dapat terlihat lapisan yang lebih kental di permukaan dan bagian yang lebih encer di bawahnya.
Proses tersebut terjadi karena santan merupakan emulsi, yaitu campuran dua cairan yang sebenarnya tidak mudah menyatu secara permanen.
Ketika santan baru dibuat dan masih sering diaduk, minyak dan air tampak tercampur merata. Namun, setelah santan tidak bergerak dan dibiarkan, lemak kelapa perlahan berkumpul sehingga membentuk lapisan krim di bagian atas.
Lalu, kenapa santan bisa pecah saat dimasak? Santan akan pecah jika pada saat dimasak tidak rutin diaduk, sehingga santan menggumpal. Santan juga akan pecah jika dimasak dengan menggunakan api besar sehingga panas tidak merata.
Memasukkan belimbing wuluh, jeruk nipis, cuka, dan tomat, juga bisa membuat santan yang sedang dimasak dapat memecah emulsi dari santan. Selain itu, perbandingan air yang tidak pas juga bisa mengakibatkan santan terpecah.
Sementara itu, untuk mendapatkan santan yang bagus, jenis kelapa juga perlu dipertimbangkan.
Kelapa muda memiliki daging buah yang lebih tipis dan kandungan air yang lebih tinggi. Santan dari kelapa muda tidak menghasilkan karakter yang sama dengan santan dari kelapa tua. Karena itu, untuk kebutuhan memasak yang memerlukan santan pekat, kelapa tua lebih sering menjadi pilihan.
Kelapa tua menjadi jenis yang paling sesuai karena daging buahnya tebal dan kaya minyak, sehingga dapat menghasilkan santan yang lebih kental serta lapisan krim yang lebih jelas.
(Arif)
Baca juga: Benarkah Ampas Kopi Bisa Mengusir Serangga? Ini Faktanya