Konten dari Pengguna

Makhluk Hidup yang Memakan Makhluk Hidup Lainnya, Ini Hukum Rantai Makanan

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Makhluk Hidup yang Memakan Makhluk Hidup Lainnya, Foto:Unsplash/Francesco
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makhluk Hidup yang Memakan Makhluk Hidup Lainnya, Foto:Unsplash/Francesco

Makhluk hidup yang memakan makhluk hidup lainnya merupakan bagian dari fenomena alam yang dapat ditemukan di berbagai lingkungan, mulai dari hutan lebat, padang rumput, hingga perairan.

Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat beragam peristiwa yang menunjukkan bagaimana satu makhluk hidup memanfaatkan makhluk hidup lain sebagai sumber makanan.

Misalnya, seekor kucing mengejar tikus, burung menangkap serangga, atau ikan besar memangsa ikan yang berukuran lebih kecil.

Predator, Sebutan Makhluk Hidup yang Memakan Makhluk Hidup Lainnya

Ilustrasi Makhluk Hidup yang Memakan Makhluk Hidup Lainnya, Foto:Unsplash/Getty Images

Makhluk hidup yang memakan makhluk hidup lainnya disebut predator atau pemangsa.

Istilah ini merujuk pada organisme yang berburu, menangkap, dan memakan organisme lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hubungan tersebut, organisme yang dimakan disebut mangsa.

Contoh predator yang mudah ditemukan dalam pembahasan ilmu pengetahuan adalah singa, harimau, elang, dan ular. Hewan-hewan tersebut memperoleh makanan dengan memangsa makhluk hidup lain.

Dikutip dari education.nationalgeographic.org, selain predator, terdapat istilah karnivora yang juga berkaitan dengan kebiasaan makan hewan. Karnivora merupakan kelompok hewan yang sebagian besar atau seluruh makanannya berasal dari daging hewan lain.

Oleh karena itu, karnivora sering dikaitkan dengan predator karena keduanya berhubungan dengan aktivitas memakan hewan lain.

Namun, istilah predator lebih menekankan cara organisme mendapatkan makanan melalui kegiatan berburu atau menangkap mangsa, sedangkan karnivora merujuk pada jenis makanan yang dikonsumsi.

Contoh hewan karnivora antara lain singa, harimau, dan elang. Hewan-hewan tersebut memiliki kebiasaan makan yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Singa dan harimau, misalnya, berburu hewan lain sebagai sumber makanan.

Sementara itu, elang dapat menangkap mangsa dengan menggunakan cakar dan paruhnya. Berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa setiap hewan memiliki cara tersendiri untuk memperoleh makanan.

Selain predator dan karnivora, terdapat pula istilah parasit yang berkaitan dengan hubungan antara makhluk hidup. Parasit merupakan organisme yang hidup pada atau di dalam tubuh makhluk hidup lain, yang disebut inang.

Organisme ini mengambil nutrisi dari inangnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hubungan tersebut sering kali merugikan inang karena sebagian nutrisi yang dibutuhkan digunakan oleh parasit.

Berbeda dengan predator yang umumnya berburu dan menangkap mangsa, parasit memperoleh nutrisi dengan memanfaatkan tubuh inangnya. Dengan demikian, keduanya memiliki cara yang berbeda dalam mendapatkan makanan dari makhluk hidup lain.

Pemahaman mengenai predator, karnivora, dan parasit membantu mengenali perbedaan cara organisme memperoleh makanan. Ketiga istilah tersebut memiliki pengertian yang berkaitan, tetapi tidak sepenuhnya sama.

Predator berhubungan dengan kegiatan berburu mangsa, karnivora berkaitan dengan jenis makanan berupa daging, sedangkan parasit hidup pada atau di dalam inang untuk mengambil nutrisi.

Perbedaan tersebut penting dipahami agar pengelompokan makhluk hidup berdasarkan cara memperoleh makanan dapat dilakukan secara tepat dengan hukum rantai makanan. (RAHMA)

Baca juga: Plankton adalah Apa? Kenali Peran Besarnya dalam Rantai Makanan