Masa Pemerintahan Saat Kerajaan Majapahit Mencapai Puncak Kejayaan
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan raja siapa? Menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah Nusantara yang menyimpan banyak kisah menarik.
Kerajaan-kerajaan besar silih berganti meninggalkan pengaruhnya, tetapi tidak semuanya mampu mempertahankan kejayaan dalam waktu yang panjang. Di tengah perjalanan tersebut, Majapahit hadir sebagai kerajaan yang namanya begitu melekat dalam ingatan sejarah bangsa Indonesia.
Kerajaan Majapahit Mencapai Puncak Kejayaan pada Masa Pemerintahan Raja Hayam Wuruk, Ini Penjelasannya
Dikutip dari laman Jurnal Skripsi Kepurbakalaan Islam Zaman Majapahit di Trowulan (Studi Tentang Adaptasi Budaya Antara Kalimah Toyyibah dengan Hiasan Matahari pada Situs Kubur Pitu), Imam Mash'ud, (2014: 20), Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang bergelar Sri Rajasanagara.
Hayam Wuruk dinobatkan sebagai raja pada tahun 1350 M setelah Ratu Tribhuwanatunggadewi menyerahkan takhta kepadanya. Saat naik takhta, Hayam Wuruk masih berusia 16 tahun. Meskipun tergolong muda, masa kepemimpinannya menjadi salah satu periode paling berpengaruh dalam sejarah Kerajaan Majapahit.
Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari peran Mahapatih Gajah Mada yang mendampinginya dalam menjalankan pemerintahan. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350 - 1389 M), Majapahit mengalami zaman keemasan dengan pengaruh kekuasaan yang meluas hingga berbagai wilayah Nusantara.
Faktor yang Mendukung Puncak Kejayaan Kerajaan Majapahit
Puncak kejayaan Majapahit tidak terlepas dari kepemimpinan Hayam Wuruk bersama Mahapatih Gajah Mada. Keduanya memiliki peran penting dalam memperkuat pemerintahan dan memperluas pengaruh kerajaan. Berikut beberapa faktor yang menunjukkan kemajuan Majapahit pada masa tersebut.
Sistem pemerintahan yang aktif
Pemerintahan Majapahit menjalankan hubungan administratif dan diplomatik dengan berbagai daerah. Hal ini terlihat dari penerimaan upeti serta kedatangan utusan dari wilayah Nusantara maupun kerajaan asing. Majapahit juga mengirimkan utusan untuk menjaga hubungan dengan kerajaan-kerajaan lain.
Kondisi pemerintahan yang stabil
Pada masa Hayam Wuruk, pemerintahan Majapahit mampu mempertahankan kestabilan dalam menjalankan roda kerajaan. Kepemimpinan yang terorganisasi turut mendukung keberlangsungan pemerintahan dan hubungan dengan daerah-daerah yang berada di bawah pengaruh Majapahit.
Berkembangnya kesenian dan kebudayaan
Hayam Wuruk memberikan perhatian terhadap perkembangan kebudayaan. Hal tersebut terlihat dari pembangunan sejumlah bangunan keagamaan dan candi peninggalan Majapahit, seperti Candi Tikus, Candi Jabung, Candi Surawana, Candi Sawentar, dan Candi Sumberjati.
Selain peninggalan bangunan, perkembangan sastra juga menjadi bukti kemajuan kebudayaan Majapahit. Dua karya terkenal dari masa tersebut adalah Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca dan Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular.
Kemajuan perdagangan Nusantara
Kegiatan perdagangan menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan ekonomi Majapahit. Aktivitas perniagaan didukung oleh armada dagang yang melakukan perjalanan ke berbagai wilayah Nusantara. Hubungan perdagangan tersebut turut memperkuat kedudukan Majapahit dalam jaringan ekonomi antardaerah.
Kehidupan keagamaan yang berkembang
Kehidupan keagamaan pada masa Hayam Wuruk berlangsung dengan baik. Berbagai upacara keagamaan diselenggarakan secara besar-besaran dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kerajaan. Pada masa itu, Hayam Wuruk menganut agama Hindu, sedangkan Gajah Mada diketahui menganut agama Buddha.
Meluasnya wilayah kekuasaan dan hubungan luar negeri
Perluasan pengaruh Majapahit berlangsung melalui berbagai upaya politik dan hubungan dengan kerajaan lain. Dalam Kitab Negarakertagama, khususnya Pupuh XIII–XV, disebutkan sejumlah wilayah yang memiliki hubungan dengan Majapahit, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Semenanjung Melayu.
Kitab tersebut juga mencatat hubungan Majapahit dengan sejumlah kerajaan asing, seperti Siam, Campa, Kamboja, dan Yawana. Catatan ini menunjukkan luasnya jaringan hubungan politik dan diplomatik Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.
Itulah penjelasan mengenai Kerajaan Majapahit yang mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Masa tersebut menjadi salah satu periode penting dalam sejarah Nusantara. (Idaf)
Baca juga: Dampak dari Jatuhnya Kota Konstantinopel ke Tangan Turki Usmani