Konten dari Pengguna

Mengapa Badai Memiliki Mata? Simak Fakta Uniknya Berikut Ini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa badai memiliki mata?, Pexels/Elina Volkova
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa badai memiliki mata?, Pexels/Elina Volkova

Badai tropis dikenal sebagai salah satu fenomena cuaca yang dapat menghasilkan angin sangat kencang, hujan deras, dan gelombang tinggi. Mengapa badai memiliki mata? Pertanyaan yang berkaitan dengan fenomena alam di sekitar masyarakat.

Di tengah pusaran badai yang begitu kuat, terdapat sebuah bagian yang justru terkenal karena kondisinya relatif lebih tenang. Bagian tersebut disebut sebagai “mata badai” atau eye of the storm. Keberadaannya menjadi karakteristik menarik dari badai tropis.

Terkait Fenomena Alam, Mengapa Badai Memiliki Mata?

Ilustrasi mengapa badai memiliki mata?,Pexels/Anton Kudryashov

Mata badai biasanya berada di pusat sistem badai dan dikelilingi oleh dinding awan yang menjadi bagian paling kuat dari pusaran tersebut. Mengapa badai memiliki mata? Inilah penjelasan selengkapnya berdasarkan situs web calcasieu.gov.

Badai tropis merupakan salah satu fenomena cuaca yang dapat menghasilkan angin sangat kencang dan hujan lebat. Di tengah pusaran badai yang tampak mengerikan, terdapat sebuah wilayah yang justru memiliki kondisi relatif lebih tenang.

Bagian tersebut dikenal sebagai “mata badai” atau eye. Bentuknya umumnya menyerupai lingkaran dan berada tepat di pusat sistem badai. Keberadaan mata menjadi salah satu karakteristik unik dari siklon tropis yang kuat.

Mata badai merupakan wilayah dengan tekanan udara permukaan paling rendah di dalam sistem siklon tropis. Di bagian pusat ini, angin cenderung jauh lebih ringan dibandingkan wilayah di sekitarnya dan curah hujan biasanya sedikit atau bahkan tidak ada.

Pada kondisi tertentu, langit di dalam mata badai dapat terlihat cerah sehingga Matahari atau bintang mungkin dapat terlihat. Namun, kondisi tersebut tidak berarti badai telah berakhir karena wilayah yang sangat berbahaya justru mengelilingi mata badai.

Mata badai dikelilingi oleh bagian yang disebut eyewall atau dinding mata. Wilayah ini berupa lingkaran awan tebal dengan aktivitas konveksi yang kuat dan menjadi tempat terjadinya angin permukaan paling kencang dalam siklon tropis.

Dengan kata lain, ketenangan di pusat badai berada berdampingan dengan salah satu bagian badai yang paling kuat. Lalu, mengapa bagian tengahnya justru lebih tenang? Salah satu proses penting yang terjadi di mata badai adalah gerakan udara yang perlahan turun.

Saat udara tersebut turun dan mengalami tekanan yang semakin besar, udara mengalami pemanasan akibat kompresi. Kondisi inilah yang turut membuat udara di bagian atas mata badai menjadi lebih hangat dibandingkan lingkungan di sekitarnya.

Sebaliknya, dinding mata memiliki aliran udara yang bergerak naik dan dipenuhi aktivitas konveksi. Ukuran mata badai juga tidak selalu sama. Diameternya dapat berkisar dari sekitar 8 kilometer hingga lebih dari 200 kilometer.

Sebagian besar mata badai memiliki diameter sekitar 30–60 kilometer. Jadi, istilah “mata badai” bukan sekadar gambaran bentuk, melainkan bagian nyata dari struktur badai yang memiliki karakteristik atmosfer berbeda dari wilayah di sekelilingnya.

Meskipun terlihat tenang, mata badai tetap perlu diwaspadai. Setelah mata badai melewati suatu wilayah, dinding mata di sisi lainnya dapat segera menyusul dan membawa kembali angin kencang serta kondisi cuaca ekstrem.

Mengapa badai memiliki mata? Badai memiliki mata karena udara di pusat badai bergerak turun sehingga menciptakan wilayah yang relatif tenang. Namun bagian ini dikelilingi dinding mata yang menjadi area cuaca paling ekstrem. (Fia)

Baca juga: Kenapa Benda Terlihat Lebih Besar di Dalam Air? Ini Penjelasannya