Mengapa Kumis Kucing Tidak Boleh Dipotong? Simak Penjelasannya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa kumis kucing tidak boleh dipotong? Hal yang perlu diketahui terutama bagi pemilik yang ingin merawat kucing dengan baik.
Tanpa disadari, kumis tersebut berkaitan dengan cara kucing mengenali lingkungan dan merespons berbagai keadaan di sekitarnya.
Ketika kucing bergerak, bermain, mencari tempat yang aman, atau mendekati benda tertentu, kumisnya dapat membantu memberikan informasi mengenai kondisi di sekelilingnya.
Mengapa Kumis Kucing Tidak Boleh Dipotong Walau Sehelai?
Mengapa kumis kucing tidak boleh dipotong berkaitan erat dengan fungsi pentingnya sebagai alat sensorik.
Kumis kucing, yang dikenal sebagai vibrissae, bukan sekadar rambut kaku yang tumbuh di sekitar wajah, melainkan bagian tubuh yang sangat sensitif dan terhubung dengan sistem otot serta saraf.
Melalui kumis, kucing dapat menerima berbagai informasi dari lingkungan di sekitarnya. Karena itu, kumis tidak boleh dipangkas, dikeriting, diwarnai, atau disentuh dengan cara apa pun.
Dikutip dari laman eastbaytimes.com, kumis membantu kucing menemukan jalan ketika berada di tempat gelap, memperkirakan jarak antarobjek, serta mendeteksi kemungkinan datangnya predator.
Saat menjelajah, kucing menggunakan kumis sebagai alat peraba dengan menggesekkannya secara ringan pada berbagai benda.
Data sensorik yang diterima kemudian memberikan informasi tentang ukuran objek yang ditemui dan jaraknya dengan objek lain.
Kumis tidak hanya berada di kedua sisi hidung. Kucing juga memiliki kumis di atas mata, dagu, garis rahang, serta bagian belakang kaki depannya. Setiap kumis memiliki tingkat kepekaan yang tinggi sehingga mampu mengirimkan informasi menuju otak.
Bahkan ketika kucing sedang duduk tenang, kumisnya tetap bekerja. Perubahan kecil pada arus udara dapat terdeteksi sehingga kucing dapat mengetahui adanya seseorang atau sesuatu yang mendekat.
Fungsi tersebut membuat kumis bekerja seperti sistem peringatan dini.
Selain membantu mengenali lingkungan, kumis juga dapat mendeteksi pergerakan mangsa ketika kucing sedang mengejar.
Di ujung kumis terdapat organ sensorik yang disebut proprioseptor, yang turut mengirimkan pesan ke otak mengenai posisi tubuh dan anggota badan.
Informasi tersebut, bersama dengan penglihatan, membantu kucing mengatur gerakan serta melakukan lompatan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Mengapa kumis kucing tidak boleh dipotong?
Ketika kumis dipangkas, kucing sering kali menjadi bingung dan mengalami kesulitan bergerak. Kumis yang hilang memang pada akhirnya dapat tumbuh kembali, tetapi selama masa tersebut kucing kehilangan sebagian kemampuan sensoriknya.
Menjaga kumis tetap utuh menjadi bagian penting dalam merawat kemampuan alami kucing untuk mengenali dan merespons lingkungan di sekitarnya. (KIKI)
Baca juga: Kenapa Kucing Suka Mengejar Laser? Ini Penyebabnya