Mengapa Udara Tidak Terlihat? Ini Penjelasan Sederhananya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa udara tidak terlihat? Pertanyaan sederhana ini berkaitan dengan sifat gas, ukuran molekul, serta cara cahaya berinteraksi dengan materi di sekitar bumi.
Udara tetap memenuhi ruang di sekitar makhluk hidup meskipun mata tidak dapat menangkap bentuknya secara langsung.
Meskipun tidak tampak seperti benda padat atau cair, udara tetap memiliki massa dan menempati ruang di lingkungan sekitar.
Mengapa Udara Tidak Terlihat Padahal Memenuhi Ruang?
Mengapa udara tidak terlihat? Dikutip dari sciencenotes.org, udara tampak bening karena sebagian besar molekul penyusunnya terlalu kecil dan berjauhan untuk memantulkan atau menghamburkan cahaya tampak secara kuat ke arah mata.
Komposisi udara terutama terdiri atas sekitar 78 persen nitrogen dan 21 persen oksigen, sedangkan sisanya berupa argon, uap air, karbon dioksida, serta sejumlah gas lain dalam kadar kecil.
Cahaya tampak merupakan bagian dari spektrum elektromagnetik yang dapat berinteraksi dengan materi melalui pemantulan, pembiasan, penyerapan, atau penghamburan.
Ketika cahaya mengenai benda padat seperti meja atau dinding, sebagian cahaya dipantulkan menuju mata sehingga bentuk dan warna benda dapat dikenali.
Kondisinya berbeda ketika cahaya melewati udara. Molekul nitrogen dan oksigen berukuran sangat kecil sehingga sebagian besar cahaya tampak dapat melewatinya tanpa mengalami perubahan yang cukup kuat untuk ditangkap mata sebagai objek.
Akibatnya, udara terlihat transparan, meskipun sebenarnya tetap berinteraksi dengan cahaya pada tingkat tertentu.
Sifat transparan tersebut tidak berarti udara sama sekali tidak berinteraksi dengan semua jenis cahaya. Udara dapat menyerap atau memengaruhi radiasi pada bagian spektrum elektromagnetik tertentu, termasuk ultraviolet dan inframerah.
Jenis cahaya tersebut tidak dapat dilihat langsung oleh mata manusia sehingga interaksinya tidak membuat udara tampak seperti benda berwarna.
Udara juga dapat terlihat secara tidak langsung melalui pengaruhnya terhadap lingkungan. Daun yang bergerak, kain yang berkibar, atau debu yang beterbangan menunjukkan adanya pergerakan massa udara, meskipun udara itu sendiri tidak tampak.
Fenomena langit biru juga berkaitan dengan interaksi cahaya dan udara. Molekul di atmosfer menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang pendek, terutama cahaya biru, lebih kuat daripada beberapa warna lain.
Penghamburan tersebut membuat cahaya biru lebih dominan ketika sampai ke mata dari berbagai arah di langit.
Uap air memberikan contoh lain. Ketika udara lembap mengalami pendinginan hingga uap air berubah menjadi titik-titik air berukuran sangat kecil, terbentuklah kabut, awan, atau embun.
Titik-titik air tersebut jauh lebih besar daripada molekul gas sehingga mampu menghamburkan cahaya dan akhirnya dapat dilihat.
Debu, asap, dan partikel pencemar juga dapat membuat udara tampak berkabut. Dalam kondisi tertentu, jumlah partikel yang melayang cukup tinggi sehingga cahaya lebih banyak disebarkan atau diserap.
Hal serupa terjadi pada udara panas di atas permukaan jalan yang terlihat berkilau atau bergoyang akibat perbedaan suhu dan pembiasan cahaya.
Udara dalam jumlah yang sangat besar juga dapat menunjukkan warna yang samar. Atmosfer bumi, misalnya, dapat terlihat sebagai lapisan kebiruan ketika diamati dari luar angkasa karena cahaya matahari mengalami penghamburan sepanjang melewati atmosfer.
Dengan demikian, sifat tidak terlihat bukan berarti udara tidak memiliki materi. Mengapa udara tidak terlihat? Penyebab utamanya adalah molekul gas penyusunnya sangat kecil, tersebar renggang, dan tidak cukup kuat menghamburkan cahaya tampak ke mata dalam kondisi normal. (Suci)
Baca Juga: Mengapa Manusia Tidak Bernapas di Luar Angkasa? Ini Jawabannya