Niat Puasa Daud Tahunan dan Ketentuan Ibadahnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa Daud adalah ibadah puasa sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Dalam melaksanakan puasa ini, ada niat puasa Daud yang perlu diperhatikan dan dipahami.
Puasa ini dikenal sebagai puasa yang dikerjakan secara selang-seling, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak dalam praktiknya. Amalan ini dinisbatkan kepada Nabi Daud a.s. dan termasuk puasa sunnah yang utama.
Dalam suatu hadis, Nabi Muhammad saw pernah menyebut bahwa puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud, yaitu sehari puasa dan sehari berbuka.
Niat Puasa Daud, Panduan Bagi yang Mengerjakannya
Istilah Puasa Daud tahunan merujuk pada komitmen niat puasa Daud secara konsisten sepanjang tahun (kecuali pada hari-hari yang diharamkan berpuasa seperti Idulfitri dan Iduladha). Meskipun hukumnya sunnah, puasa ini memiliki keutamaan besar bagi Muslim yang mampu menjalani secara istiqamah.
Sebagai puasa sunnah, seseorang yang melaksanakan puasa ini akan mendapatkan pahala, sedangkan yang tidak mengerjakannya juga tidak berdosa. Namun, karena pola puasanya cukup menantang, maka diperlukan adanya kesiapan secara fisik dan niat yang kuat.
1. Niat Puasa Daud
Dalam setiap ibadah, niat adalah syarat utama. Tanpa adanya niat, amalan dapat menjadi tidak sah. Niat puasa Daud dapat dilakukan pada malam hari sejak setelah Maghrib hingga sebelum terbitnya fajar. Berikut adalah lafal niatnya yang dikutip dari baznas.go.id.
“Nawaitu shauma dawuda sunnatan lillahi ta‘ala.”
Artinya: Saya berniat puasa sunnah Daud karena Allah Ta‘ala.
Berbeda dengan pelaksanaan puasa wajib, niat puasa Daud diperbolehkan pada pagi hari, yaitu setelah Subuh hingga sebelum Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum. Berikut adalah bacaan niatnya:
“Nawaitu shauma hadzal yaumi an ada’i sunnati dawuda lillahi ta‘ala.”
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Dawud hari ini karena Allah Ta‘ala.
2. Ketentuan dan Tata Cara Puasa Daud
Beberapa ketentuan dalam melaksanakan puasa Daud yaitu:
Niat puasa sebaiknya dilakukan sebelum fajar. Namun karena puasa Daud tergolong puasa sunnah, maka boleh juga di pagi hari dengan syarat tertentu.
Melaksanakan sahur, karena termasuk sunnah yang membawa keberkahan. Meskipun tidak sahur, puasa tetap sah, akan tetapi dianjurkan untuk tetap melaksanakannya agar tubuh kuat.
Wajib menahan diri dari makan, minum dan hubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain itu juga harus menjauhi perbuatan maksiat seperti dusta dan ghibah agar pahala puasa tidak berkurang.
Berbuka puasa apabila matahari terbenam dan menyegerakan berbuka karena termasuk sunnah.
Dengan memahami niat puasa Daud dan ketentuan ibadahnya, umat Islam dapat menjalankan amalan sunnah ini secara benar dan penuh kesadaran. Selain itu, ikhlas dan konsisten adalah kunci utama meraih keutamaan Puasa Daud ini sepanjang tahun. (Win)
Baca juga: Daftar Bulan yang Baik untuk Menikah dalam Islam dan Latar Belakangnya