Pengertian Inflasi dan Deflasi, Konsep, dan Contohnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian inflasi dan deflasi adalah dua fenomena ekonomi yang banyak dibahas karena berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Dua fenomena ini berkaitan dengan perubahan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu periode waktu.
Sehingga memahami pengertian keduanya mencakup konsep dasar dan contohnya dapat membantu setiap orang lebih bijak dalam mengelola keuangan. Terutama dalam mengatur dan memahami kondisi ekonomi nasional.
Pengertian Inflasi dan Deflasi
Berikut adalah penjelasan tentang pengertian inflasi dan deflasi mencakup konsep dan contohnya yang dirangkum dari www.bi.go.id.
1. Pengertian Inflasi dan konsepnya
Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan terus-menerus dalam suatu jangka waktu. Saat inflasi terjadi, nilai uang menurun karena dengan jumlah uang yang sama, masyarakat hanya bisa membeli lebih sedikit barang dibandingkan sebelumnya.
Contohnya, harga beras yang awalnya Rp10.000 per kilogram naik menjadi Rp12.000 per kilogram dalam setahun. Kenaikan ini menggambarkan adanya inflasi yang terjadi.
Dalam skala nasional, inflasi yang terkendali pada umumnya dianggap sebagai tanda pertumbuhan ekonomi yang sehat. Di Indonesia, pengendalian inflasi adalah tanggung jawab Bank Indonesia bersama pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID).
Secara umum, inflasi dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu:
Inflasi Inti (Core Inflation) yang mencerminkan tren jangka menengah dan relatif stabil. Komponen ini tidak memasukkan harga pangan yang bergejolak dan harga diatur pemerintah. Contohnya seperti biaya kontrakan, pendidikan, dan jasa.
Volatile Food (Harga Pangan yang Bergejolak) mencakup bahan makanan yang harganya mudah naik turun karena faktor cuaca, musim panen, dan distribusi. Contohnya harga cabai, bawang merah, dan ikan laut.
Administered Prices (Harga yang Diatur Pemerintah) seperti harga barang atau jasa yang ditetapkan oleh pemerintah. Contohnya seperti tarif listrik, BBM bersubsidi, dan transportasi umum.
2. Pengertian Deflasi dan Konsepnya
Deflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa secara umum mengalami penurunan terus-menerus dalam suatu periode. Sekilas, harga yang turun tampak begitu menguntungkan karena barang menjadi lebih murah. Namun, deflasi berkepanjangan dapat berdampak negatif bagi perekonomian.
Contohnya, harga beras yang minggu ini Rp12.000 per kilogram turun menjadi Rp11.000, kemudian turun lagi menjadi Rp10.000. Apabila masyarakat menunda pembelian beras karena berharap harga akan terus turun, maka penjualan akan menurun, produksi berkurang, dan dapat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).
3. Dampak Terjadinya Inflasi dan Deflasi
Inflasi moderat dapat mendorong produksi dan investasi. Namun, inflasi yang tinggi dapat mengurangi daya beli, memicu kenaikan upah, dan menciptakan ketidakpastian ekonomi.
Sebaliknya, deflasi dapat menyebabkan penurunan konsumsi, investasi yang tertunda, dan stagnasi ekonomi. Contohnya yang pernah terjadi di Jepang pada 1990-an yang dikenal sebagai periode “Dekade yang Hilang”, ketika pertumbuhan ekonomi melambat akibat adanya deflasi berkepanjangan.
Pengertian inflasi dan deflasi berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi. Inflasi yang terkendali mencerminkan ekonomi yang sehat, sementara deflasi berkepanjangan dapat menjadi sinyal pelemahan ekonomi. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan harga adalah kunci utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. (Win)
Baca juga: Proses Balik Nama Sertifikat Tanah dan Pengajuannya di BPN Setempat