Rukun Umrah Ada Berapa? Ini Penjelasannya yang Perlu Dipahami
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rukun umrah ada berapa? Ibadah umrah menjadi salah satu perjalanan ibadah yang banyak dipersiapkan oleh umat Islam. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, terdapat berbagai hal yang perlu diketahui agar pelaksanaan ibadah dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan.
Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlengkapan dan perjalanan, tetapi juga pemahaman mengenai rangkaian ibadah yang akan dijalankan. Salah satunya adalah mengetahui rukun yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan umrah.
Rukun Umrah Ada Berapa yang Harus Dilakukan?
Rukun umrah ada berapa? Mengutip dari laman islam.nu.or.id, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rukun umrah. Sebagian ulama menyebutkan tiga rukun, sementara pendapat lainnya menyebutkan empat atau lima rukun.
Dalam penjelasan laman tersebut digunakan pendapat yang menyatakan bahwa rukun umrah berjumlah lima sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan ibadah.
Lima rukun umrah tersebut terdiri atas ihram, thawaf, sa’i, mencukur atau memendekkan rambut, serta melaksanakan seluruh rukun secara berurutan. Kelima hal tersebut perlu diperhatikan oleh jemaah karena rukun merupakan bagian utama yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan ibadah umrah.
Ihram
Ihram merupakan niat untuk memulai atau melaksanakan ibadah umrah. Rukun ini menjadi tahapan awal yang dilakukan oleh jemaah sebelum menjalankan rangkaian ibadah berikutnya.
Thawaf
Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Ketika melaksanakannya, posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jemaah. Thawaf dimulai dari Hajar Aswad dan setiap putaran harus dilakukan sesuai dengan ketentuannya.
Sa’i
Sa’i dilakukan dengan berjalan sebanyak tujuh kali antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Perjalanan dari Shafa menuju Marwah dihitung satu kali, kemudian perjalanan dari Marwah kembali ke Shafa dihitung sebagai putaran berikutnya. Pelaksanaannya dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.
Mencukur atau Memendekkan Rambut
Rukun berikutnya adalah mencukur atau memendekkan rambut setelah menyelesaikan rangkaian ibadah sebelumnya. Bagi laki-laki, menggundul rambut dinilai lebih utama, sedangkan perempuan dianjurkan memendekkan rambut. Dalam sumber tersebut dijelaskan bahwa minimal rambut yang dihilangkan adalah tiga helai.
Tertib
Tertib berarti melaksanakan rukun-rukun umrah sesuai dengan urutan yang telah ditentukan. Setiap rukun dikerjakan pada tahapnya, dengan mendahulukan bagian yang memang harus dilakukan terlebih dahulu dan mengakhirkan bagian yang dilakukan setelahnya.
Kewajiban dalam Ibadah Umrah
Selain rukun, terdapat pula kewajiban yang perlu diperhatikan oleh jemaah selama melaksanakan umrah. Kewajiban umrah terdiri atas ihram dari miqat serta menghindari berbagai larangan selama berada dalam keadaan ihram.
Miqat sendiri berkaitan dengan batas yang harus diperhatikan jemaah sebelum memasuki rangkaian ibadah. Untuk umrah, miqat zamani tidak dibatasi oleh waktu tertentu sehingga dapat dilaksanakan sepanjang tahun. Sementara itu, miqat makani berkaitan dengan batas tempat untuk memulai ihram.
Larangan bagi Orang yang Sedang Ihram
Ketika berada dalam keadaan ihram, jemaah juga harus menghindari sejumlah larangan. Beberapa di antaranya adalah mengenakan pakaian yang dijahit bagi laki-laki, menutup kepala bagi laki-laki, menutup wajah bagi perempuan, memotong rambut, memotong kuku, menggunakan wewangian, serta berburu binatang.
Selain itu, orang yang sedang ihram juga dilarang melangsungkan akad nikah dan melakukan hubungan badan maupun perbuatan bermesraan yang disertai syahwat. Dengan memahami larangan tersebut, jemaah dapat lebih berhati-hati selama menjalankan ibadah umrah.
Itulah penjelasan mengenai rukun umrah ada berapa beserta kewajiban, dan larangan yang perlu diperhatikan selama menjalankan ibadah. Dengan memahami ketentuan tersebut, jemaah dapat melaksanakan rangkaian ibadah umrah dengan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan syariat. (Idaf)
Baca juga: Apa Itu Syu'abul Iman? Ini Definisi dan Contoh Praktiknya