Lingua Franca, Alasan Bahasa Melayu Menjadi Embrio Bahasa IndonesiaKarena Apa?

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lingua franca adalah bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi antara dua orang atau lebih yang memiliki bahasa ibu yang berbeda. Lingua Franca merupakan salah satu alasan mengapa bahasa Melayu menjadi embrio bahasa Indonesia, karena apa?
Dikutip dari buku Pembelajaran Bahasa Indonesia, Nur Samsiyah (2020:45) bahasa adalah suatu bentuk ungkapan yang bentuk dasarnya berupa ujaran.
Lingua Franca Merupakan Salah Satu Alasan Mengapa Bahasa Melayu Menjadi Embrio Bahasa Indonesia, Karena Apa? Ini Penjelasannya
Lingua Franca merupakan bahasa pergaulan atau bahasa perantara yang memungkinkan orang-orang dengan latar belakang bahasa berbeda dapat saling memahami dan berinteraksi.
Dalam bahasa Indonesia, lingua franca diterjemahkan menjadi basantara, yakni gabungan dari basa dan antara. Dalam sejarahnya, basantara digunakan untuk keperluan dagang, kebudayaan, keagamaan, diplomasi, dan administratif.
Lingua franca merupakan salah satu alasan mengapa bahasa Melayu menjadi embrio bahasa Indonesia, karena apa? Bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa perhubungan sejak abad ke-7 di seluruh Nusantara.
Bahasa Melayu merupakan bahasa yang digunakan sebagai perantara atau yang biasa dikenal dengan bahasa pergaulan. Bahasa Melayu juga menjadi salah satu cikal bakal Bahasa Indonesia.
Keberhasilan Bahasa Melayu sebagai lingua franca tidak hanya dipengaruhi oleh sifat sederhana atau kerabatannya dengan bahasa-bahasa di Nusantara. Tetapi juga karena telah menjadi bahasa perhubungan yang efektif di antara masyarakat yang beragam budaya dan bahasa di wilayah ini.
Sejak zaman dahulu, perdagangan, budaya, dan interaksi sosial di Nusantara memang sering kali melibatkan penggunaan Bahasa Melayu sebagai alat komunikasi yang dapat dipahami oleh berbagai kelompok etnis dan daerah.
Bahasa Melayu telah menjadi bahasa perdagangan di pelabuhan yang digunakan oleh para pedagang pada masa itu. Di sepanjang Semenanjung Malaya terdapat berbagai dialek Melayu pedalaman, dari lembah ke lembah dan desa ke desa.
Bahasa Melayu juga digunakan oleh para pedagang, sambil menunggu persediaan lengkap. Para pedagang harus berkomunikasi dengan penduduk berbahasa Melayu untuk mencari persediaan, sehingga membutuhkan cara untuk bisa berkomunikasi dengan mereka.
Sebagai hasilnya, Bahasa Melayu berkembang dan menjadi dasar bagi pembentukan bahasa Indonesia, yang kemudian diresmikan sebagai bahasa nasional Indonesia.
Dari pemaparan di atas, dapat dipahami Lingua Franca merupakan salah satu alasan mengapa bahasa Melayu menjadi embrio bahasa Indonesia. (EA)
Baca juga : Jawaban Tugas 3 Bahasa Indonesia UT Sebagai Referensi
