Konten dari Pengguna

Botol Bekas Disulap Jadi Tempat Pensil Kreatif Anak di Desa Bitis

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Reliska tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Botol plastik bekas yang biasanya dibuang kini dimanfaatkan menjadi tempat pensil unik dan menarik di Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang. Kegiatan ini melibatkan anak-anak secara langsung dalam proses pembuatannya sebagai bagian dari aktivitas belajar kreatif yang menyenangkan.

Botol bekas terlebih dahulu dibersihkan, kemudian dipotong dan dihias bersama anak-anak. Mereka bebas menempelkan kertas warna, mewarnai, serta menambahkan berbagai hiasan sesuai imajinasi masing-masing. Suasana kegiatan berlangsung meriah karena anak-anak terlihat antusias membuat tempat pensil hasil karya mereka sendiri.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar berkreasi dan memanfaatkan barang bekas. Aktivitas menghias botol membantu melatih motorik halus, kesabaran, serta rasa percaya diri. Anak-anak pun tampak bangga karena dapat menggunakan langsung hasil karya mereka sebagai perlengkapan belajar.

Selain menumbuhkan kreativitas, kegiatan ini memiliki kelebihan karena mengajarkan anak untuk memanfaatkan benda yang sudah tidak terpakai menjadi barang baru yang lebih berguna. Hal ini juga dapat membantu mengurangi pengeluaran orang tua dalam membeli perlengkapan sekolah, terutama saat tahun ajaran baru. Meski demikian, kegiatan ini juga memiliki beberapa tantangan. Tidak semua limbah plastik berada dalam kondisi baik sehingga sulit untuk didaur ulang. Proses pembuatannya pun memerlukan ketelitian, sehingga anak-anak tetap harus berada dalam pengawasan orang dewasa. (Indonesian Journal of Community Services in Engineering & Education (IJOCSEE))

Dengan demikian, pemanfaatan botol plastik bekas tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menjadi media belajar yang menyenangkan serta mendorong tumbuhnya kreativitas anak-anak di Desa Bitis.

foto sama adik-adik