Konten Media Partner

UPNVY Dorong Mahasiswa Jadi Agen Ketahanan Nasional

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Webinar bertema Pemuda Agen Ketahanan Nasional yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), Sabtu (27/11/2021). Foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Webinar bertema Pemuda Agen Ketahanan Nasional yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), Sabtu (27/11/2021). Foto: istimewa.

Pemuda memiliki peranan yang besar untuk memperkuat ketahanan nasional. Ketahanan nasional nyatanya juga bisa dilihat dari aspek pariwisata dan UKKM.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY, GKR Bendara, menyampaikan jika saat ini mayoritas pelaku pariwisata di Yogyakarta adalah anak muda dengan usia 16-35 tahun. Munculnya desa wisata juga akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Seluruh desa wisata diwajibkan memiliki UMKM dari daerah itu sendiri. Sumber daya manusia juga dari daerah itu sendiri yang diasah skill-nya. Dengan demikian rasa memiliki di desa-desa wisata tumbuh dengan baik,” kata GKR Bendara, dalam webinar yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), Sabtu (27/11/2021).

kumparan post embed

GKR Bendara mengemukakan pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UKKM) menjadi sektor yang berperan penting dalam ketahanan nasional. Sektor ini membantu memupuk rasa bangga terhadap negara.

“Misalnya museum yang sering dipandang sebelah mata. Di Indonesia museum dianggap minoritas, sebagai objek wisata sekolah. Padahal museum adalah ujung tombak dalam memperkenalkan sejarah dan jati diri. Ujung tombak ketahanan nasional,” papar dia.

Mengatasi berbagai ancaman terhadap kedaulatan negara nyatanya bukan hanya tugas TNI/Polri. Masyarakat juga memiliki peranan untuk mengatasi ancaman kedaulatan negara.

Ilustrasi mahasiswa sebagai agen ketahanan nasional

Konsep soal bela negara sebenarnya bukan hal baru. Sayangnya, konsep ini meredup seiring berlembangnya zaman.

"Bela negara bukan wajib militer. Bela negara berarti mengaktualisasikan diri dan mencintai bangsa dan negara sehingga mampu berkorban demi negara,” tegas Kepala Subdirektorat Lingkungan Pendidikan, Ditjen Potensi Pertahanan, Kolonel Marinir Rachmat Djunaidy.

Perguruan tinggi juga memiliki peranan penting untuk mewujudkan mahasiswa sebagai agen ketahanan nasional. Hal ini tak lepas dari era disrupsi yang terjadi. Perguruan tinggi harus memahami tantangan dan peluang sehingga mampu menyiapkan lulusan yang memiliki jiwa tangguh.

"Perlu ada penguatan karakter dan literasi baru,” imbuhnya.