Kajian Awal Blok Masela Gunakan Satu Skenario Produksi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Eksplorasi migas lepas pantai. (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Eksplorasi migas lepas pantai. (Foto: Wikimedia Commons)

Kementerian ESDM memutuskan memilih satu skenario target produksi untuk kajian awal soal kawasan kilang minyak dan gas Blok Masela di Laut Arafura, Maluku.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, mengatakan untuk pelaksanaan konfigurasi dasar atau pre-FEED (Front End Engineering Design), pemerintah memilih skenario produksi 7,5 juta ton per tahun (mtpa) untuk gas cair atau LNG ditambah 474 juta kaki kubik per hari (mmscfd) untuk gas industri.

"Kita akan lakukan satu pre-feed, akan ditentukan tiga bulan setelah kita lakukan market review siapa yang mengambil gas 474 mmscfd. Gas ini akan ditawarkan dalam tiga bulan ini dan harus kontrak," kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/6).

[Baca juga: Jonan dan Inpex Mencapai Titik Temu Soal Kajian Awal Blok Masela]

Sebelumnya ada dua skenario target produksi yang dikaji operator blok Masela, Inpex Corporation, yaitu 7,5 juta ton per tahun (mtpa) untuk gas cair atau LNG ditambah 474 juta kaki kubik per hari (mmscfd) untuk gas industri. Skenario kedua adalah 9,5 mtpa untuk LNG dan 150 mmscfd untuk gas.

Namun, Arcandra tidak menjelaskan secara jelas kapan pre-FEED tersebut akan dimulai. Ia hanya menyebutkan market review akan dilakukan sesuai rencana pelaksanaan pre-FEED dari Inpex.

[Baca juga: Pemerintah Buka Akses Data Migas untuk Gaet Investor]

"(Market review) tinggal gimana Inpex-nya, kapan mau mulai lalu kita akan cari. Sejak mereka declare kapan mau mulai pre-FEED," tutur Arcandra.

Arcandra menjelaskan, Kementerian ESDM akan mencari investor yang akan membeli gas dari Blok Masela. "Kami akan carikan, bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian. Market review dulu, baru pre-FEED," ujarnya.