Pertamina Serahkan Pelepasan Saham Blok Mahakam ke Pemerintah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Wilayah kerja Blok Mahakam (Foto: AFP/John Macdougall)
zoom-in-whitePerbesar
Wilayah kerja Blok Mahakam (Foto: AFP/John Macdougall)

PT Pertamina menyerahkan pelepasan 39 persen saham Blok Mahakam untuk PT Total E&P Indonesia kepada pemerintah. Sebab, jika pelepasan saham tersebut lebih dari 30 persen, kewenangan tersebut ada di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

‎"Karena kami diberi surat oleh ESDM melakukan share down 30 persen. Kalau di luar 30 persen, di luar ranah kami, jadi 39 ke pemerintah atau ESDM,‎" kata Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6).

[Baca juga: Pertamina Pastikan Pengeboran 14 Sumur di Blok Mahakam]

Menurut Elia, sampai saat ini Total belum menyatakan keinginan untuk kembali ikut mengelola Blok Mahakam sebagai operator baru pasca habis kontrak pada akhir 2017. "Memang sampai saat ini kami belum tau apakah Total ikut‎ atau tidak," ujar Elia.

Elia mengatakan jika perusahaan minyak dan gas asal Prancis tersebut berminat ikut mengelola Blok Mahakam kembali, seharusnya saat ini sudah melakukan persiapan. Sebab, kontrak baru akan dimulai enam bulan lagi.

Elia Massa Manik di Komisi VII DPR (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Elia Massa Manik di Komisi VII DPR (Foto: Edy Sofyan/kumparan)

[Baca juga: Jonan Buka Peluang Perusahaan Selain Pertamina Kelola Blok Migas]

‎"Kalau lihat jadwal, mulai enam bulan seharusnya sudah bicara," katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan saat ini sedang dilakukan pengukuran nilai (valuasi) saham yang akan dilepas untuk Total agar harga yang ditawarkan tidak merugikan bagi investor.

"Sedang kita valuasi sesuai dengan valuasi lapangan tersebut. Kalau 30 persen berapa, 39 persen berapa, harus sesuai dengan market value," kata Arcandra.

Blok Mahakam meliputi lapangan gas Peciko, Tunu, Tambora, Sisi Nubi dan South Mahakam. Selain itu termasuk juga lapangan minyak Bekapai dan Handil. Wilayah Kerja ini memiliki luas 2.738,51 km2 terletak di Provinsi Kalimantan Timur dan merupakan wilayah kerja onshore dan offshore.

WK Mahakam mulai berproduksi pertama kali pada tahun 1974. Rata-rata produksi tahunan WK Mahakam saat ini adalah gas sebesar 1.635 mmscfd (juta kaki kubik per hari) serta minyak bumi sebesar 63.000 bopd (barel oil per hari).