Transformasi Pendidikan di Era Digital Teknologi informasi

Mahasiswa Prodi Teknologi Informasi di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Anisa Kurniasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pada abad ke-21, tepatnya dalam laporan "The International Commission on Education for the Twenty-First Century" yang diterbitkan pada tahun 1996, terdapat usulan tentang empat pilar pembelajaran yang menjadi landasan dalam mengembangkan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman modern. Laporan ini dikenal dengan judul "Learning: The Treasure Within", yang menyarankan bahwa pendidikan adalah proses seumur hidup yang perlu disesuaikan dengan perubahan dan kebutuhan dunia yang terus berkembang.
Adapun 4 pilar pembelajaran tersebut diantaranya :
Learning to know adalah Berfokus pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan kognitif individu yang dapat membantu untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan hidup dan bekerja dalam masyarakat yang kompleks dan berubah cepat dengan seiringnya waktu
Learning to do adalah konsep yang menekankan pentingnya belajar keterampilan praktis dan kompetensi belajar yang dibutuhkan untuk bekerja, beinovasi dalam pembelajaran dan mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata, dengan mengembangkan keterampilan melalui praktik, eksperimen, dan proyek nyata.
Learning to be adalah adalah pendidikan yang berfokus pada pengembangan keterampilan diri dan kemandirian individu yang kreatif dan inovatif. Learning to be juga dapat mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan yang tepat, dan juga dapat meningkatkan kesadaran diri.
Learning to live together adalah Pendidikan yang berfokus pada kerja sama, toleransi dan pemahaman antar budaya dan agama dan juga dapat membantu individu dalam memahami dan menghargai keberagaman budaya, agama, pandangan hidup serta untuk mengembangkan kemampuan mereka untuk bekerja sama dan hidup bersama dalam harmonis.
Untuk dapat mewujudkan 4 pilar pembelajaran tersebut maka para guru diharapkan untuk dapat menguasai di bidang teknologi dan komunikasi agar dapat menerapkannya kepada peserta didik.
Dampak positif teknologi bagi dunia pendidikan yaitu :
Akses ke sumber belajar yang lebih luas seperti e-book atau e-library sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan bagi peserta didik, maka peserta didik tidak terpaku terhadap informasi yang diajarkan oleh guru saja karena adanya e-book atau e-library maka ilmu pengetahuan akan semakin luas dan mudah dicari juga.
Metode pembelajaran yang lebih menarik, dengan kemajuan teknologi yang diiringi dengan metode-metode baru yang abstrak dan menarik dapat membuat peserta didik mudah dipahami dalam melaksanakan pembelajaran.
Pembelajaran jarak jauh, dengan adanya berbagai aplikasi video conference atau zoom meeting pembelajaran yang disampaikan tidak harus secara tatap muka langsung.
Pemrosesan data yang lebih efisien, dengan berkembangnya IPTEK, semua tugas yang sebelumnya dikerjakan dengan cara manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan dan cepat dengan adanya teknologi.
Peningkatan fasilitas pendidikan, di dunia pendidikan tentu banyak hal dan bahan yang harus dipersiapkan contohnya adalah penggandaan soal ujian. Dengan adanya mesin fotocopy, kita bisa menggandakan kertas dengan mudah dan cepat.
Namun, teknologi juga membawa dampak negatif bagi pendidikan, di antaranya :
Penyalahgunaan e-learning, dengan adanya e-learning sebagai sumber belajar yang banyak tersedia di internet, peserta didik dapat mencari ilmu di internet ataupun bisa menyontek saat ujian ke internet untuk mencari jawaban, dan juga dapat menggeser fungsi guru sebagai pengajar.
Akses internet yang tidak produktif, contohnya mengakese hal-hal yang tidak baik seperti pornografi dan game online.
Overload informasi, teknologi Informasi juga dapat membuat peserta didik rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir informasi yang ada.
Kecanduan dunia maya dan akan menyebabkan anti sosial., di dunia pendidikan pencurian dokumen atau aset penting mengenai pendidikan yang dirahasiakan dapat terjadi jika sistem keamanan tidak ketat.
Keamanan data, Risiko kebocoran atau pencurian data pendidikan, seperti dokumen ujian atau materi penting, jika sistem keamanan tidak memadai.
Tantangan utama teknologi informasi dalam bidang pendidikan bukanlah apakah teknologi harus diterapkan dalam pendidikan, melainkan bagaimana kita menggunakannya secara seimbang dan bertanggung jawab. Jika dikelola dengan baik, teknologi dapat menjadi jembatan menuju pendidikan yang lebih inklusif, inovatif, dan bermakna bagi semua generasi.
sumber :
Jamun, Yohannes Marryono. "Dampak teknologi terhadap pendidikan." Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio 10.1 (2018): 48-52
https://banten.kemenag.go.id/publikasi/artikel/dampak-teknologi-terhadap-dunia-pendidikan
