Kumparan Logo

Ario Bayu Ungkap Konsep Nomination Week FFI, Pemutaran Film Gratis di 4 Kota

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Media Junket FFI 2026 bersama Ario Bayu dan Morgan Oey di kawasan Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Media Junket FFI 2026 bersama Ario Bayu dan Morgan Oey di kawasan Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Festival Film Indonesia (FFI) menghadirkan program baru bernama Nomination Week pada helatannya di tahun 2026. Program ini dibuat untuk memberikan kesempatan kepada publik menyaksikan film-film yang masuk lima besar nominasi FFI tahun ini.

Duta FFI, Morgan Oey, mengatakan Nomination Week hadir setelah pihak FFI menerima aspirasi dari publik. Salah satu permintaan yang muncul adalah kesempatan untuk menonton film-film yang masuk nominasi sebelum Malam Anugerah.

“Nomination Week yang memang sudah diminta-minta sama teman-teman. Maksudnya lewat aspirasi dari teman-teman juga, lewat publik gitu kayak, ‘Film yang masuk nominasi kenapa kami belum nonton? Kapan pemutarannya?’ dan segala macam. Akhirnya kami realisasikan,” ujar Morgan Oey dalam media junket di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan.

Program tersebut nantinya akan digelar di empat kota berbeda yakni Jakarta, Palembang, Makassar, dan Mataram. Pemilihan kota dilakukan melalui survei dan voting yang dibuka FFI di media sosial.

Ketua Komite FFI 2026, Ario Bayu menjelaskan, keputusan menghadirkan Nomination Week di daerah juga menjadi bagian dari upaya FFI mendekatkan diri dengan publik, khususnya anak muda.

“Lahirnya Nomination Week ini juga, atau pemilihan tempat-tempatnya lebih tepatnya, kami melakukan sayembara di sosial media kami. Kami rilis, kira-kira siapa nih yang mau Nomination Week hadir di kota kalian?” jelas Ario.

Media Junket FFI 2026 bersama Ario Bayu dan Morgan Oey di kawasan Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Menurut Ario, hasil voting menunjukkan adanya ketertarikan terhadap perfilman pada masyarakat di luar Jakarta. Mataram menjadi salah satu kota yang terpilih dalam program tersebut.

“Setelah voting itu selesai, ternyata empat kota itu yang (antusias). Itu kan juga sebuah indikator bahwa ternyata, ’Oh, Mataram? Banyak juga ya orang anak-anak muda rata-rata yang memang tahu terhadap ekosistem film lewat Festival Film Indonesia dan juga mungkin punya ketertarikan lebih di film,” beber dia.

Ario menegaskan seluruh rangkaian pemutaran dalam Nomination Week dapat diikuti masyarakat secara gratis. Selama satu pekan, penonton akan mendapat kesempatan menyaksikan film-film yang masuk lima besar nominasi FFI.

“Gratis, secara cuma-cuma,” seru Ario.

Film yang ditayangkan nantinya tidak hanya berasal dari kategori film cerita panjang. Program tersebut juga akan menghadirkan film cerita pendek dan dokumenter yang masuk dalam nominasi FFI.

“Selama satu minggu full itu akan ada film-film yang nanti masuk lima besar nominasi, dari film panjang, film pendek, dokumenter, semua,” tutur Ario.

Dengan cara seperti ini, Ario berharap Nomination Week dapat membuat perayaan FFI terasa lebih dekat dengan publik. Ia menyebut konsep tersebut juga merupakan respons terhadap keinginan masyarakat untuk bisa mengakses karya-karya yang masuk dalam ajang penghargaan perfilman Indonesia.

“Lebih festive. Harapannya akan lebih festive. Karena itu pun juga keinginan dari publik yang ingin kita coba fulfill,” kata Ario.