Perubahan Iklim dan Dampaknya bagi Politik Global

Seorang mahasiswa dari Universitas Amikom Yogyakarta.
Tulisan dari Ari Utama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan iklim dan pemanasan global
Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan iklim yang terjadi dikarenakan adanya pemanasan global menjadi sorotan oleh banyak kalangan. Pemanasan global merupakan sebuah fenomena efek rumah kaca yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O), dan chlorofluorocarbon (CFC) yang mengakibatkan energi matahari terperangkap di dalam atmosfer sehingga terjadinya peningkatan temperatur. Pemanasan global menjadi salah satu ancaman bagi kelangsungan kehidupan umat manusia yang kemudian mendorong berbagai aktor hubungan internasional untuk terjun ke dalam permasalahan pemanasan global.
Dampak pemanasan global
Dengan adanya pemanasan global ini tentunya memberikan dampak yang cukup signifikan baik bagi kehidupan manusia seperti musnahnya berbagai macam keanekaragaman hayati, peningkatan hujan, banjir, kekeringan, kenaikan suhu air laut, dan masih banyak lagi. Selain itu, pemanasan global memberikan dampak yang menyeluruh sehingga mempengaruhi arus perpolitikan global karena permasalahan pemanasan global harus ditangani oleh setiap aktor-aktor hubungan internasional. Sebagai contoh dampak bagi dunia perpolitikan global yaitu beberapa negara-negara di dunia melakukan beberapa kerjasama dengan negara lain untuk mengatasi permasalahan pemanasan global melalui kesepakatan-kesepakatan internasional.
Upaya penanggulangan pemanasan global
Beberapa kesepakatan-kesepakatan internasional tersebut di antaranya yaitu Protokol. Kesepakatan Protokol Kyoto ini membahas beberapa hal seperti ketentuan untuk menurunkan emisi secara kolektif sebesar 5,2% bagi negara-negara maju. Selain itu juga tercantum beberapa ketentuan lain yang berisi upaya-upaya untuk mengurangi efek gas rumah kaca. Vienna Convention for The Protection of The Ozone Layer juga merupakan salah satu upaya kerjasama untuk mengatasi pemanasan global. Tak kalah penting, Protokol Montreal juga menjadi salah satu upaya yang berisi kesepakatan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia yang merusak lapisan ozon. Dengan adanya kesepakatan-kesepakatan ini, maka permasalahan pemanasan global mengakibatkan para aktor-aktor hubungan internasional untuk bekerjasama untuk mencari solusi permasalahan pemanasan global.
Tidak hanya berbagai kesepakatan-kesepakatan, PBB juga mempunyai badan yang dibentuk untuk menghadapi isu lingkungan yaitu Konvensi Kerangka Kerja PBB (UBFCCC) yang beranggotakan 192 negara yang di mana hampir setiap negara di dunia ikut bergabung ke dalam badan tersebut. UNFCCC membuat salah satu kebijakan berupa bantuan kepada beberapa negara untuk mengurangi atau menghentikan perubahan iklim dengan cara melakukan penyesuaian sesuai dengan efek perubahan iklim yang sedang terjadi.
Selain dari berbagai kerjasama dan berbagi pembentukan sebuah organisasi yang dilakukan oleh aktor negara, beberapa aktor lain seperti MNC juga turut andil dalam upaya mencari solusi permasalahan pemanasan global melalui CDM. Clean Development Mechanism (CDM) merupakan mekanisme untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dalam perindustrian. Sebagai masyarakat, kita juga bisa ikut untuk melakukan beberapa upaya untuk menangani masalah ini dengan cara mengurangi penggunaan listrik, mengurangi pemakaian produk yang berbahan aerosol, melakukan penanaman pohon, mengurangi pemakaian kertas, dan lain sebagainya.
Sumber Referensi :
https://blog.ub.ac.id/fitrialistiqoma/2019/08/18/isu-lingkungan-dalam-hi/
https://transportologi.org/opini/urgensi-agenda-politik-perubahan-iklim/
https://media.neliti.com/media/publications/228973-isu-pemanasan-global-dalam-pergeseran-pa-2ac12134.pdf
https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Pemanasan%20Global-ns/Topik-3.html
