Konten dari Pengguna

4 Penyebab Batu Empedu dan Upaya Pencegahannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang yang mengalami sakit perut yang dikhawatirkan sebagai gejala batu empedu. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang yang mengalami sakit perut yang dikhawatirkan sebagai gejala batu empedu. Foto: Pixabay

Pernah mengalami rasa sakit pada perut secara mendadak? Jika pernah, gejala tersebut perlu diwaspadai sebagai salah satu ciri-ciri penyakit batu empedu. Lantas, apa sebenarnya penyebab batu empedu?

Penyakit batu empedu atau cholelithiasis adalah kondisi yang ditandai dengan sakit perut mendadak akibat terbentuknya batu di dalam kantong empedu. Selain di dalam kantong, batu empedu bisa terbentuk di saluran empedu.

Sebagai informasi, kantong empedu adalah organ yang berfungsi untuk memproduksi dan menyimpan cairan empedu. Organ ini penting karena bekerja dengan cara mencerna kolesterol dari makanan yang dikonsumsi.

Sebagian besar batu empedu terbentuk karena kantong empedu tidak berfungsi dengan baik, sehingga endapan kolesterol mengeras dan berubah menjadi batu. Jika batu empedu sampai menyumbat saluran empedu, diperlukan upaya penanganan untuk mencegah komplikasi.

Gejala utama batu empedu adalah nyeri di bagian kanan atas atau tengah perut yang muncul secara tiba-tiba. Sakit perut juga dapat disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, hilang nafsu makan, urine berwarna gelap, sakit maag, dan diare.

Supaya meminimalisasi timbulnya penyakit satu ini, ketahui hal apa saja yang menyebabkan batu empedu dalam pembahasan berikut.

Ilustrasi batu empedu yang disebabkan oleh kolesterol yang berlebihan. Foto: Pixabay

Penyebab Batu Empedu

Sampai saat ini, belum ditemukan penyebab utama batu empedu bisa terbentuk di dalam tubuh seseorang. Namun, terdapat beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya penyakit satu ini.

Mary Baradero dalam bukunya berjudul Klien Gangguan Hati Seri Asuhan Keperawatan, memaparkan faktor-faktor yang dimaksud antara lain:

1. Kantong Empedu Berisi Kolesterol yang Berlebihan

Biasanya, kantong empedu berisi kandungan yang cukup untuk memecah kolesterol yang dikeluarkan dari hati. Namun, jika hati mengeluarkan kolesterol lebih banyak dari jumlah yang dapat dipecah kantong empedu, kolesterol tersebut akan mengkristal dan menjadi batu di kantong empedu.

2. Cairan Empedu Mengandung Bilirubin yang Berlebihan

Bilirubin merupakan kandungan hasil pemecahan sel darah merah. Beberapa penyakit menyebabkan hati memproduksi lebih banyak bilirubin, misalnya penyakit sirosis dan infeksi bilier. Bilirubin yang berlebihan inilah yang dapat menyebabkan batu empedu.

3. Kandung Empedu Tidak Dapat Kosong secara Sempurna

Kantong empedu seharusnya kosong dari cairan empedu secara alami dan bertahap. Namun, beberapa orang tidak dapat mengosongkan kantong empedu dengan benar. Alhasil, cairan empedu akan menjadi lebih pekat, keras, dan membentuk batuan.

4. Terlalu Sedikit Garam dalam Empedu

Terlalu sedikit zat garam dalam organ empedu, ternyata dapat menyebabkan penyakit batu empedu. Hal ini disebabkan oleh dua kemungkinan:

  • Tidak memiliki cukup garam empedu untuk memecah kolesterol dalam empedu.

  • Terlalu banyak kolesterol dalam empedu, sehingga garam empedu larut.

Batu empedu sebenarnya merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi dan biasanya dialami oleh orang tua, wanita, dan orang dengan berat badan berlebih (obesitas).

Wanita lebih rentan terkena penyakit ini karena pengaruh hormon estrogen. Jumlah hormon estrogen yang lebih banyak pada wanita dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam empedu, sehingga menurunkan kontraksi kantong empedu untuk mengosongkan empedu.

Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit batu empedu. Menyadur dalam buku Medical Surgical Nursing: Digestive Systems Disorders oleh Joyce M. Black, inilah faktor-faktor risikonya:

  • Berusia di atas 40 tahun.

  • Sedang hamil.

  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak, tinggi kolesterol, dan rendah serat.

  • Memiliki anggota keluarga seperti orangtua, saudara kandung, kakek, dan nenek dengan riwayat penyakit ini.

  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes atau sirosis hati.

  • Mengalami penurunan berat badan secara drastis.

  • Tidak aktif bergerak.

  • Mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol, obat yang mengandung estrogen, atau antibiotik tertentu yang digunakan untuk mengobati infeksi.

Ilustrasi mengonsumsi buah-buahan sebagai upaya pencegahan batu empedu. Foto: Pixabay

Cara Mencegah Timbulnya Batu Empedu

Setelah mengetahui faktor apa saja yang berisiko menyebabkan penyakit batu empedu, ketahui beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit tersebut. Mengutip dalam Biokimia Kedoketran Dasar susunan Sebuah Klinis, inilah cara-caranya:

1. Turunkan Berat Badan secara Perlahan

Jika memiliki berat badan berlebih atau obesitas, berusahalah untuk menurunkan berat badan guna mencapai berat yang ideal. Perlu diingat bahwa penurunan berat badan yang dilakukan harus diimbangi dengan olahraga dan asupan makanan yang tepat.

Jangan pilih cara instan dengan menggunakan obat diet abal-abal yang banyak dijual di pasaran. Selain tidak terjamin keamanannya, penggunaan obat diet abal-abal justru akan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit lainnya.

2. Perhatikan Asupan Makanan

Penyakit batu empedu dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Ingat, hindari makanan yang memicu batuan empedu terbentuk seperti makanan berlemak.

3. Olahraga Teratur

Olahraga secara rutin memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk agar terhindar dari penyakit batu empedu.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, obesitas merupakan salah satu faktor risiko penyebab batu empedu. Dengan memperbanyak aktivitas fisik secara teratur, risiko seseorang mengalami obesitas pun akan menurun.

Baca Juga: Gejala dan Penyebab Bilirubin yang Tinggi dalam Darah

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Apa ciri-ciri penyakit empedu?
chevron-down

Lebih dari setengah penderita batu empedu biasanya tidak merasakan adanya gejala. Keluhan yang mungkin timbul adalah kembung yang terkadang disertai rasa tidak enak pada tubuh, tepat ketika makan makanan berlemak.

Apa saja faktor risiko batu empedu?
chevron-down

Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena batu empedu, seperti berusia di atas 40 tahun, sedang hamil, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak, tinggi kolesterol, dan rendah serat.

Batu empedu tidak boleh makan apa saja?
chevron-down

Penyakit batu empedu dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Ingat, hindari makanan yang memicu batuan empedu terbentuk seperti makanan berlemak.