Konten dari Pengguna

5 Cara Mencegah Hipotensi dengan Obat dan Langkah Sederhana

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu hamil sedang mengecek hipotensi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil sedang mengecek hipotensi. Foto: Pixabay

Hipotensi merupakan istilah medis dari penyakit darah rendah. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg. Hipotensi dapat diderita oleh berbagai usia, terlebih orang yang telah lanjut usia. Maka dari itu, cara mencegah hipotensi perlu diketahui sejak dini.

Orang dengan riwayat hipotensi yang normal umumnya tidak akan mengalami gejala. Namun, tidak menutup kemungkinan hipotensi dapat menyebabkan pusing hingga pingsan, dan beberapa kasus bisa mengancam jiwa.

Sebab, apabila tidak segera ditangani, hipotensi dapat menyebabkan komplikasi hampir di seluruh tubuh, seperti jantung, otak, dan organ vital lain yang tidak mendapat pasokan darah dan oksigen yang cukup.

Ada banyak faktor risiko hipotensi, seperti faktor usia, efek samping pengobatan, dehidrasi, kondisi cuaca, dan sebagainya. Sebelum semakin parah, berikut beberapa cara mencegah hipotensi yang sebaiknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Mencegah Hipotensi

Risiko hipotensi biasanya meningkat seiring bertambahnya usia. Perubahan tekanan darah pada orang lanjut usia ini sejatinya adalah normal karena bagian dari penuaan.

Selain itu, aliran darah dari jantung ke otak pun juga akan menurun dengan bertambahnya usia. Akibat dari kondisi ini pun adalah penumpukan plak di pembuluh darah. Diperkirakan sekitar 10 hingga 20 persen orang di atas usia 65 mengalami hipotensi postural.

Disadur dari laman Healthline dan Mayo Clinic, berikut beberapa cara mencegah hipotensi agar tidak menimbulkan gejala atau komplikasi yang dapat mengancam nyawa penderitanya:

Ilustrasi sedang mengecek kadar tekanan darah. Foto: Pixabay

1. Cukupi cairan tubuh

Jangan biarkan tubuh dehidrasi karena ini merupakan penyebab utama seseorang mengalami hipotensi. Ini karena komposisi atau kandungan utama dari darah adalah air.

Tubuh yang kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi dapat mengurangi volume darah juga. Akibatnya, volume darah pada arteri dan vena menurun, sehingga menyebabkan terjadinya hipotensi.

Ketika mengalami hipotensi, pastikan hal pertama kali yang harus dilakukan adalah mencukupi cairan tubuh dengan mengonsumsi air mineral setidaknya dua liter sehari. Bisa juga dilengkapi dengan mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan airnya, seperti buah atau sayur.

2. Konsumsi makanan bersodium

Dokter biasanya juga akan menyarankan pasien dengan hipotensi untuk memperbanyak kadar garam dalam menu makanan. Sebagaimana diketahui, natrium juga membantu menstabilkan kadar tekanan darah.

Natrium merupakan bagian dari mineral yang dapat menjaga keseimbangan air dalam tubuh serta fungsi kerja otot dan saraf. Oleh karena itu, natrium akan membuat volume darah meningkat, sehingga jantung mampu memompa lebih optimal untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Meskipun begitu, jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan bernatrium karena berisiko mengalami hipertensi hingga gagal jantung, terutama pada orang dewasa. Maka dari itu, penting untuk melakukan konsultasi menu diet kepada ahli gizi terlebih dahulu.

3. Jangan berdiri terlalu lama

Jika sudah mengetahui bahwa sedang mengalami hipotensi, jangan berdiri terlalu lama karena akan memengaruhi kondisi saraf. Hal itu dapat membuat tekanan darah akan menjadi semakin rendah.

Saat berdiri selama 3 menit, orang yang mempunyai riwayat hipotensi dapat mengalami penurunan tekanan darah yang lebih cepat dibandingkan ketika dalam keadaan duduk atau berbaring.

Jadi, hindari aktivitas yang mengharuskan berdiri terlalu lama. Usahakan pula untuk tidak berdiri secara tiba-tiba dari posisi duduk atau saat bangun dari tidur. Setidaknya tarik napas dalam dahulu beberapa saat, kemudian berdiri secara perlahan sambil mengembuskan napas perlahan.

4. Gunakan kaus kaki

Gunakan kaus kaki, stocking, atau celana yang ketat juga bisa membantu mencegah hipotensi. Metode ini bisa disebut sebagai kompresi. Menggunakan sesuatu yang ketat pada kaki dapat memberikan tekanan kuat pada kaki hingga bawah perut.

Selain itu, tekanan dari kaus kaki atau celana biasa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan pembengkakan varises dapat membantu mengurangi pengumpulan darah di kaki.

5. Konsumsi obat

Pencegahan hipotensi berikutnya bisa dengan mengonsumsi obat-obatan yang telah direkomendasikan dokter. Beberapa jenis obat-obatan yang dikhususkan untuk pengidap hipotensi, di antaranya vasopressin, catecholamine, atau fludrocortisone.

Umumnya, cara kerja obat tersebut adalah dengan meningkatkan volume darah atau mempersempit saluran arteri. Tekanan darah kemudian akan meningkat karena ada lebih banyak darah yang mengalir dari berbagai ruangan.

Dokter juga sering menggunakan obat midodrine untuk meningkatkan kadar tekanan darah pada orang dengan hipotensi ortostatik kronis. Obat ini bekerja dengan cara membatasi kemampuan pembuluh darah untuk mengembang.

Baca Juga: Gejala Hipotensi dan Cara Mendiagnosisnya

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang terjadi ketika hipotensi?
chevron-down

Hipotensi merupakan istilah medis dari penyakit darah rendah. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg.

Apa saja faktor risiko hipotensi?
chevron-down

Ada banyak faktor risiko hipotensi, seperti faktor usia, efek samping pengobatan, dehidrasi, hingga kondisi cuaca.

Apa komplikasi yang bisa terjadi akibat hipotensi?
chevron-down

Apabila tidak segera ditangani, hipotensi dapat menyebabkan komplikasi hampir di seluruh tubuh, seperti jantung, otak, dan organ vital lain yang tidak mendapat pasokan darah dan oksigen yang cukup.