5 Cara Mengobati Campak: Mengonsumsi Antibiotik hingga Vitamin

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Campak merupakan penyakit menular yang ditandai dengan ruam kemerahan pada area kulit. Untuk meredakan gejalanya, ada beberapa cara mengobati campak yang bisa diterapkan, salah satunya adalah mengonsumsi antibiotik maupun obat-obatan.
Jika tidak diobati sesegera mungkin, penyakit campak dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi. Menyadur laman Pemerintah Kota Medan, komplikasi penyakit campak, yaitu:
Infeksi telinga. Kondisi ini terjadi di ruang berisi udara di belakang gendang telinga, di sana terdapat tulang-tulang kecil telinga yang bergetar.
Bronkitis. Campak dapat menyebabkan peradangan kotak suara (laring) atau peradangan pada dinding bagian yang melapisi lorong-lorong udara utama paru-paru (rongga bronkhial).
Pneumonia. Komplikasi umum dari campak. Orang dengan sistem kekebalan tubuh dapat mengembangkan berbagai berbahaya terutama pneumonia yang kadang fatal.
Ensefalitis. Sekitar 1 dari 1.000 orang dengan campak mengembangkan ensefalitis, suatu peradangan otak yang dapat menyebabkan muntah, kejang dan, jarang, koma atau bahkan kematian.
Lantas, bagaimana cara mengobati campak yang tepat? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Cara Mengobati Campak
Penyakit campak adalah suatu infeksi virus jenis paramyxovirus yang bisa menyebabkan ruam kemerahan di seluruh tubuh. Campak termasuk ke dalam penyakit menular yang cukup serius, terutama jika dialami oleh bayi dan anak-anak.
Pernyataan tersebut sesuai dengan data World Health Organization (WHO) tahun 2019 mencatat bahwa terdapat 440.200 kasus campak aktif yang menginfeksi manusia setiap tahunnya.
Bahkan sebelum ditemukan vaksin untuk campak, penyakit ini dapat mengancam jiwa karena gejala-gejala yang ditimbulkannya. Menyadur buku Therapy Herbal: Back to Nature karya Aditya Bagus Pratama, penderita campak mampu menularkan virus yang ada di dalam tubuhnya dalam waktu 2-4 hari sebelum muncul ruam.
Setelah itu, pasien akan merasakan gejala campak, seperti nyeri di tenggorokan, hidung meler, batuk, nyeri otot, demam, mata merah, dan fotofobia. Puncak dari penyakit ini adalah penderita akan merasakan sakit, ruam kemerahannya meluas, serta suhu tubuhnya naik mencapai 40°C.
Laman Healthline menyebutkan bahwa tidak ada obat khusus yang dapat menyebutkan obat sakit campak. Namun, para dokter atau tenaga medis dapat memberikan obat antibiotik dan anti-virus kepada penderitanya untuk mencegah penyebaran virus di dalam tubuh.
Tidak hanya itu, dokter mungkin juga akan menyarankan si penderita untuk melakukan vaksin MMR sebagai upaya pencegahan. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Berikut cara mengobati campak yang dapat dilakukan, seperti yang dikutip dari laman Medical News Today, di antaranya:
1. Menjaga kebersihan badan
Ruam kemerahan pada badan membuat beberapa orang memilih untuk tidak membersihkan badan atau mandi. Padahal, rutin membersihkan badan dapat mengurangi munculnya ruam kemerahan.
Supaya mendapatkan hasil yang lebih maksimal, gunakan sabun anti iritasi pada saat mandi dan usap lembut dengan handuk setelah ia selesai mandi. Jangan lupa untuk menggunakan bedak anti gatal.
2. Mengonsumsi obat penurun panas
Menyadur laman Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng, obat penurun panas, seperti paracetamol, buprofen, hingga aspirin dapat membantu penderita campak untuk menurunkan demam dan meringankan nyeri badan.
Namun penderita campak perlu menghindari pemberian aspirin pada anak di bawah 16 tahun dan perhatikan pemberian dosis obat-obatan tersebut, untuk mencegah gangguan hati.
3. Mengonsumsi vitamin A
Vitamin A (retinol) merupakan nutrisi yang penting untuk organ penglihatan, pertumbuhan tubuh, pembelahan sel, kesehatan sistem reproduksi dan menunjang sistem kekebalan tubuh. Dengan mengonsumsi vitamin A, penderita campak dapat mencegah atau mengurangi komplikasi campak.
4. Mengonsumsi antibiotik
Antibiotik adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan parasit tertentu. Umumnya, pemberian antibiotik ini dilakukan apabila terjadi komplikasi.
Sebagaimana yang diketahui, infeksi campak dapat disebabkan oleh virus. Adanya antibiotik ini dapat berguna untuk melawan virus tersebut.
5. Melakukan vaksin campak
Kini, pemerintah Indonesia sudah menyediakan vaksin wajib untuk terhindar dari tiga penyakit sekaligus, yakni campak, gondongan, dan rubella.
Vaksin tersebut disebut dengan vaksin MMR dan biasanya diberikan pada bayi yang berusia 15 bulan dengan dosis 0,5 mL. Umumnya vaksin MMR ini akan diberikan di puskesmas, posyandu, sekolah, serta fasilitas kesehatan lainnya.
Baca Juga: Apakah Ada Efek Vaksin Campak pada Bayi?
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab penyakit campak?

Apa penyebab penyakit campak?
Dalam istilah medis, campak disebut juga dengan measles yang disebabkan oleh virus dari golongan paramyxovirus.
Apa itu penyakit campak?

Apa itu penyakit campak?
Penyakit campak adalah suatu infeksi virus jenis paramyxovirus yang bisa menyebabkan ruam kemerahan di seluruh tubuh. Campak termasuk ke dalam penyakit menular yang cukup serius, terutama jika dialami oleh bayi dan anak-anak.
Bagaimana penularan penyakit campak?

Bagaimana penularan penyakit campak?
Penderita campak dapat menularkan penyakit kepada orang lain dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit masih ada.
