Konten dari Pengguna

5 Cara Mengobati Saraf Terjepit dengan Langkah Sederhana

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi saraf terjepit. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi saraf terjepit. Foto: Pixabay

Tak sedikit orang yang merasa kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari ketika sedang mengalami saraf terjepit. Karena itu, penting mengetahui cara mengobati saraf terjepit agar penderita bisa melakukan kegiatan hariannya secara normal.

Lantas, bagaimana cara mengobati saraf terjepit? Berikut penjelasan mengenai saraf terjepit dan cara mengobatinya.

Penyebab dan Gejala Saraf Terjepit

Saraf terjepit atau bisa disebut juga dengan Herniated Nucleus Pulposus (HNP) adalah kondisi di mana bantalan antar tulang belakang menonjol sehingga menekan syaraf di sekitarnya.

Kebanyakan orang mengalami saraf terjepit di daerah tulang leher hingga punggung bawah. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan jaringan dapat menekan saraf.

Merujuk laman Mayo Clinic, berikut adalah faktor-faktor yang menjadi penyebab syaraf terjepit:

  • Memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas;

  • Pernah mengalami cedera di bagian tulang belakang;

  • Terlalu sering melakukan gerakan berulang pada bagian tubuh tertentu;

  • Melakukan olahraga secara berlebihan;

  • Punya riwayat penyakit tiroid atau diabetes;

  • Sedang hamil;

  • Rematik;

  • Stress.

Zen Santosa menerangkan dalam buku Meredakan Nyeri Pinggul, gejala yang paling lazim dirasakan ketika seseorang mengalami saraf terjepit, di antaranya sebagai berikut:

  1. Kesemutan atau mati rasa. Iritasi saraf mungkin terjadi di bagian tersebut. Dalam kasus berat, mati rasa pada saraf yang terjepit mungkin akan terjadi.

  2. Nyeri. Nyeri menusuk atau menjalar mungkin terasa di lokasi saraf terjepit.

  3. Parestesia. Penderita saraf terjepit mungkin akan merasakan gejala parestesia. Ini adalah sensasi seperti tertusuk jarum atau mati rasa di bagian tubuh tertentu.

  4. Lemas. Tidak mampu melakukan kegiatan tertentu mungkin terjadi seiring dengan semakin parahnya kondisi saraf terjepit.

Cara Mengobati Saraf Terjepit

Ilustrasi saraf terjepit. Foto: Pixabay

Saraf terjepit merupakan penyakit yang sangat mengganggu penderitanya, karena bisa menyebabkan rasa nyeri yang hebat hingga kesulitan menjalani aktivitas. Apabila masih dalam kondisi ringan, saraf terjepit dapat sembuh dengan sendirinya dalam 1-3 hari.

Namun, apabila syaraf terjepit disertai dengan beberapa gejala yang disebutkan di atas, pengobatan khusus diperlukan agar tidak terjadi komplikasi. Menyadur laman Medical News Today, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati saraf terjepit:

1. Tidur dan istirahat ekstra

Tidur sangat penting untuk penyembuhan saraf. Tubuh memperbaiki dirinya sendiri selama tidur, jadi memberikan lebih banyak waktu untuk melakukannya dapat membantu mengurangi gejala lebih cepat.

Dalam banyak kasus, mengistirahatkan area yang terkena dan tidur lebih lama sudah cukup untuk memungkinkan saraf terjepit sembuh dengan sendirinya. Saat merawat saraf terjepit, penting juga untuk tidak menggunakan saraf secara berlebihan.

Kerusakan saraf dapat diperburuk dengan penggunaan yang berlebihan. Seseorang dengan saraf terjepit harus menghindari gerakan yang mengiritasi saraf. Mereka juga harus mencoba tidur dalam posisi yang mengurangi tekanan pada saraf.

2. Mengonsumsi obat-obatan

Obat nyeri yang dijual bebas juga dapat membantu mengatasi saraf terjepit. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau acetaminophen juga dapat membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan rasa sakit pada kasus saraf terjepit ringan.

Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk rekomendasi dosis dan potensi interaksi apa pun sebelum menggunakan NSAID.

3. Peregangan dan yoga

Peregangan lembut dan yoga dapat membantu meredakan ketegangan dan tekanan di area yang mengalami saraf terjepit. Penting untuk tidak melakukan peregangan terlalu dalam, karena dapat memperburuk gejala.

Jika seseorang mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berolahraga, segeralah berhenti untuk menghindari kerusakan saraf lebih jauh.

4. Pijat atau terapi fisik

Pijat juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan stres fisik. Menerapkan tekanan lembut di sekitar area yang terkena dapat membantu meredakan ketegangan, dan pijatan seluruh tubuh dapat membantu otot-otot rileks.

Pijat jaringan dalam mungkin bukan ide yang baik karena tekanan ekstra dapat memperburuk gejala. Terapi fisik bisa menggunakan kombinasi olahraga, pijat, dan peregangan lembut, dapat membantu meringankan gejala.

5. Operasi

Pada beberapa kasus yang cukup parah, operasi adalah cara yang perlu dilakukan untuk menyembuhkan saraf terjepit. Dokter menyarankan operasi apabila metode pengobatan lain tidak mampu memperbaiki gejala saraf terjepit setelah enam minggu.

Baca Juga: Leher Kaku dan Kepala Pusing, Gejala Penyakit Apa?

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana cara mengobati saraf kejepit?
chevron-down

Biasanya, seseorang akan sembuh setelah beberapa hari. Namun, jika tidak ada perbaikan setelah beberapa minggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan terapi fisik, obat-obatan untuk mengurangi nyeri, atau operasi untuk menghilangkan tekanan di saraf.

Apa yang dirasakan penderita saraf kejepit?
chevron-down

Rasa sakit pada saraf kejepit biasanya akan menimbulkan ketidak nyamanan di ujung lokasi saraf yang meradang. Misalnya, apabila saraf yang terjepit adalah saraf sciatic yang berada di punggung bawah, maka rasa sakitnya justru akan muncul di area bagian kaki.

Apakah bahaya saraf kejepit?
chevron-down

Jika saraf yang terjepit terjadi dalam waktu singkat, biasanya tidak akan menimbulkan kerusakan permanen dan saraf bisa berfungsi secara normal. Namun, jika tekanan terus terjadi, itu dapat menimbulkan sakit kronis dan kerusakan saraf permanen.