5 Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang mengira bahwa henti jantung dan serangan jantung adalah kondisi yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat, sedangkan henti jantung adalah kondisi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak.
Memahami perbedaan henti jantung dan serangan jantung sangat penting karena setiap kondisi memerlukan penanganan yang berbeda. Simak terus uraian ini untuk mengetahui perbedaan antara keduanya.
Apa Itu Henti Jantung?
Henti jantung adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Akibatnya, darah yang membawa oksigen tidak dapat dipompa ke otak dan organ lainnya.
Merujuk buku Kunci Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah dan Jantung karangan Dr. dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes, dkk., beberapa penyebab utama henti jantung meliputi:
Gangguan irama jantung (aritmia), seperti fibrilasi ventrikel yang menyebabkan detak jantung tidak normal.
Penyakit jantung koroner, penyempitan pembuluh darah yang memasok jantung.
Serangan jantung sebelumnya, yang dapat merusak sistem listrik jantung.
Kardiomiopati, melemahnya otot jantung.
Kelainan genetik, seperti sindrom QT panjang yang memengaruhi detak jantung.
Gejala henti jantung bisa terjadi secara mendadak dan cepat. Jika tidak segera ditangani, henti jantung bisa menyebabkan kematian dalam hitungan menit. Gejala henti jantung sendiri, meliputi:
Pingsan atau kehilangan kesadaran secara tiba-tiba
Tak ada denyut nadi atau napas
Kulit membiru atau pucat
Kejang dalam beberapa detik pertama
Menurut informasi dalam laman British Heart Foundation, henti jantung merupakan kondisi darurat sehingga penanganannya harus dilakukan dengan cepat seperti:
CPR (Cardiopulmonary Resuscitation), atau resusitasi jantung paru dilakukan untuk mempertahankan aliran darah ke otak.
AED (Automated External Defibrillator), alat kejut jantung yang digunakan untuk mengembalikan irama jantung normal.
Penanganan medis di rumah sakit, untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Kuku Orang Sakit Jantung, Ini 5 Ciri-cirinya
Apa Itu Serangan Jantung?
Merujuk laman Heart, serangan jantung, atau infark miokard, terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat akibat penyumbatan di pembuluh darah koroner.
Jika tidak segera diatasi, bagian jantung yang kekurangan oksigen bisa mengalami kerusakan permanen. Serangan jantung umumnya disebabkan oleh:
Penyumbatan arteri koroner, akibat penumpukan plak kolesterol.
Gumpalan darah (trombosis), yang memperparah penyumbatan di arteri.
Spasme pembuluh darah jantung, penyempitan mendadak yang menghambat aliran darah.
Serangan jantung tidak selalu menyebabkan henti jantung, tetapi dapat meningkatkan risikonya. Gejala serangan jantung dapat muncul perlahan atau tiba-tiba, meliputi:
Nyeri dada yang terasa seperti ditekan atau terbakar
Sesak napas atau rasa berat di dada
Nyeri yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung
Mual, pusing, atau keringat dingin
Dijelaskan dalam buku Penyakit Jantung Koroner karya Yudi Her Oktaviono, penanganan serangan jantung bertujuan untuk mengembalikan aliran darah ke jantung seperti:
Segera hubungi ambulans, jika mengalami gejala serangan jantung.
Minum aspirin, untuk mengurangi penggumpalan darah (hanya jika direkomendasikan oleh dokter).
Pemberian obat pengencer darah, seperti trombolitik untuk melarutkan gumpalan darah.
Prosedur medis, seperti pemasangan stent atau operasi bypass jantung.
Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung
Henti jantung dan serangan jantung adalah dua kondisi yang berbeda tetapi sama-sama serius. Berdasarkan penjabaran di atas, perbedaan henti jantung dan serangan jantung dapat dirincikan sebagai berikut.
1. Penyebab
Henti jantung: Gangguan irama jantung.
Serangan jantung: Penyumbatan aliran darah ke jantung.
2. Gejala
Henti jantung: Kehilangan kesadaran, tidak ada napas.
Serangan jantung: Nyeri dada, sesak napas, mual.
3. Proses
Henti jantung: Mendadak.
Serangan jantung: Bertahap atau mendadak.
4. Dampak
Henti jantung: Jantung berhenti berdetak, kematian dalam hitungan menit jika tidak ditangani.
Serangan jantung: Kerusakan jantung jika tidak segera diobati.
5. Penanganan
Henti jantung: CPR, AED, tindakan darurat.
Serangan jantung: Obat pengencer darah, prosedur medis.
(NDA)
