Konten dari Pengguna

5 Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jantung. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jantung. Foto: Unsplash

Banyak orang mengira bahwa henti jantung dan serangan jantung adalah kondisi yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat, sedangkan henti jantung adalah kondisi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak.

Memahami perbedaan henti jantung dan serangan jantung sangat penting karena setiap kondisi memerlukan penanganan yang berbeda. Simak terus uraian ini untuk mengetahui perbedaan antara keduanya.

Apa Itu Henti Jantung?

Ilustrasi jantung. Foto: Unsplash

Henti jantung adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Akibatnya, darah yang membawa oksigen tidak dapat dipompa ke otak dan organ lainnya.

Merujuk buku Kunci Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah dan Jantung karangan Dr. dr. Rias Gesang Kinanti, M.Kes, dkk., beberapa penyebab utama henti jantung meliputi:

  1. Gangguan irama jantung (aritmia), seperti fibrilasi ventrikel yang menyebabkan detak jantung tidak normal.

  2. Penyakit jantung koroner, penyempitan pembuluh darah yang memasok jantung.

  3. Serangan jantung sebelumnya, yang dapat merusak sistem listrik jantung.

  4. Kardiomiopati, melemahnya otot jantung.

  5. Kelainan genetik, seperti sindrom QT panjang yang memengaruhi detak jantung.

Gejala henti jantung bisa terjadi secara mendadak dan cepat. Jika tidak segera ditangani, henti jantung bisa menyebabkan kematian dalam hitungan menit. Gejala henti jantung sendiri, meliputi:

  • Pingsan atau kehilangan kesadaran secara tiba-tiba

  • Tak ada denyut nadi atau napas

  • Kulit membiru atau pucat

  • Kejang dalam beberapa detik pertama

Menurut informasi dalam laman British Heart Foundation, henti jantung merupakan kondisi darurat sehingga penanganannya harus dilakukan dengan cepat seperti:

  1. CPR (Cardiopulmonary Resuscitation), atau resusitasi jantung paru dilakukan untuk mempertahankan aliran darah ke otak.

  2. AED (Automated External Defibrillator), alat kejut jantung yang digunakan untuk mengembalikan irama jantung normal.

  3. Penanganan medis di rumah sakit, untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Baca Juga: Kuku Orang Sakit Jantung, Ini 5 Ciri-cirinya

Apa Itu Serangan Jantung?

Ilustrasi jantung. Foto: Unsplash

Merujuk laman Heart, serangan jantung, atau infark miokard, terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat akibat penyumbatan di pembuluh darah koroner.

Jika tidak segera diatasi, bagian jantung yang kekurangan oksigen bisa mengalami kerusakan permanen. Serangan jantung umumnya disebabkan oleh:

  • Penyumbatan arteri koroner, akibat penumpukan plak kolesterol.

  • Gumpalan darah (trombosis), yang memperparah penyumbatan di arteri.

  • Spasme pembuluh darah jantung, penyempitan mendadak yang menghambat aliran darah.

Serangan jantung tidak selalu menyebabkan henti jantung, tetapi dapat meningkatkan risikonya. Gejala serangan jantung dapat muncul perlahan atau tiba-tiba, meliputi:

  • Nyeri dada yang terasa seperti ditekan atau terbakar

  • Sesak napas atau rasa berat di dada

  • Nyeri yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung

  • Mual, pusing, atau keringat dingin

Dijelaskan dalam buku Penyakit Jantung Koroner karya Yudi Her Oktaviono, penanganan serangan jantung bertujuan untuk mengembalikan aliran darah ke jantung seperti:

  1. Segera hubungi ambulans, jika mengalami gejala serangan jantung.

  2. Minum aspirin, untuk mengurangi penggumpalan darah (hanya jika direkomendasikan oleh dokter).

  3. Pemberian obat pengencer darah, seperti trombolitik untuk melarutkan gumpalan darah.

  4. Prosedur medis, seperti pemasangan stent atau operasi bypass jantung.

Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

Ilustrasi jantung. Foto: Unsplash

Henti jantung dan serangan jantung adalah dua kondisi yang berbeda tetapi sama-sama serius. Berdasarkan penjabaran di atas, perbedaan henti jantung dan serangan jantung dapat dirincikan sebagai berikut.

1. Penyebab

  • Henti jantung: Gangguan irama jantung.

  • Serangan jantung: Penyumbatan aliran darah ke jantung.

2. Gejala

  • Henti jantung: Kehilangan kesadaran, tidak ada napas.

  • Serangan jantung: Nyeri dada, sesak napas, mual.

3. Proses

  • Henti jantung: Mendadak.

  • Serangan jantung: Bertahap atau mendadak.

4. Dampak

  • Henti jantung: Jantung berhenti berdetak, kematian dalam hitungan menit jika tidak ditangani.

  • Serangan jantung: Kerusakan jantung jika tidak segera diobati.

5. Penanganan

  • Henti jantung: CPR, AED, tindakan darurat.

  • Serangan jantung: Obat pengencer darah, prosedur medis.

(NDA)