6 Ciri Bronkopneumonia pada Bayi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem pernapasan bayi yang masih berkembang membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi, termasuk bronkopneumonia. Penyakit ini bisa menjadi serius jika tidak ditangani dengan cepat.
Dikutip dari World Health Organization (WHO), bronkopneumonia adalah jenis pneumonia yang menyebar ke beberapa bagian paru-paru secara tidak merata.
Pada bayi, penyakit ini dapat dipicu oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Kondisi ini bisa menjadi berbahaya jika bayi kesulitan bernapas atau kadar oksigennya rendah.
Maka dari itu, penting bagi para orang tua untuk mengenali ciri bronkopneumonia pada bayi sejak dini agar pengobatan bisa segera dilakukan. Apa saja? Simak penjelasan lengkap mengenai bronkopneumonia pada bayi melalui ulasan berikut.
Ciri Bronkopneumonia pada Bayi
Berdasarkan informasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ciri-ciri bayi mengalami bronkopneumonia, antara lain:
1. Batuk Terus-Menerus
Batuk merupakan gejala umum infeksi saluran pernapasan, tetapi jika batuk bayi tak kunjung reda dalam beberapa hari dan disertai suara mengi atau sesak, hal itu perlu diwaspadai sebagai tanda bronkopneumonia.
2. Sesak Napas dan Napas Cepat
Bronkopneumonia menyebabkan paru-paru terisi lendir atau cairan sehingga bayi sulit bernapas. Perhatikan tanda seperti:
Napas cepat (lebih dari 60 kali/menit pada bayi di bawah dua bulan).
Dada yang tampak tertarik ke dalam saat bernapas (retraksi).
Hidung kembang-kempis.
Napas berbunyi grok-grok.
3. Demam Tinggi
Demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi. Pada bronkopneumonia, bayi bisa mengalami demam tinggi yang disertai menggigil. Kadang, demam bisa lebih dari 38°C dan sulit turun meski sudah diberi obat penurun panas.
4. Rewel dan Tampak Lemas
Bayi yang terinfeksi bronkopneumonia biasanya akan tampak lebih rewel dari biasanya, mudah menangis, atau justru menjadi sangat lemas dan tidak aktif.
5. Sulit Makan atau Menyusu
Kesulitan bernapas membuat bayi sulit menyusu atau makan. Penurunan nafsu makan atau penolakan untuk menyusu menjadi salah satu ciri penting bronkopneumonia.
6. Warna Bibir atau Kulit Menjadi Biru (Sianosis)
Jika infeksi sudah cukup berat dan menyebabkan kadar oksigen turun drastis, bibir, ujung jari, atau wajah bayi bisa tampak kebiruan. Ini adalah tanda gawat darurat dan membutuhkan penanganan medis segera.
Baca Juga: Pusar Bayi Berdarah, Ini Penyebab dan Cara Merawatnya
Penyebab Bronkopneumonia pada Bayi
Dijelaskan Mayo Clinic, berikut beberapa penyebab umum bronkopneumonia pada bayi:
Bakteri: Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae.
Virus: Respiratory syncytial virus (RSV), influenza.
Jamur: Jarang, tetapi bisa terjadi pada bayi dengan sistem imun lemah.
Faktor risiko lain termasuk bayi lahir prematur, kekurangan nutrisi, lingkungan rumah penuh asap rokok, atau tidak mendapatkan imunisasi yang lengkap.
Sebagai informasi tambahan, para orang tua disarankan agar waspada jika bayi mengalami beberapa gejala bronkopneumonia dan segera membawanya ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
(NDA)
