6 Obat Cegukan Terus-menerus: Chlorpromazine hingga Haloperidol

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
Konten dari Pengguna
17 Juni 2022 12:03
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Apa saja obat cegukan terus-menerus? Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja obat cegukan terus-menerus? Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Cegukan terus-menerus atau berkepanjangan merupakan kondisi yang perlu untuk diwaspadai karena sering dianggap sebagai tanda munculnya penyakit berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi dan obat cegukan terus-menerus seperti apa yang sebaiknya dikonsumsi.
ADVERTISEMENT
Selain mengonsumsi obat-obatan, sebetulnya ada cara lain juga yang dapat diterapkan oleh seseorang yang mengalami cegukan, seperti:
  • Menahan napas selama beberapa detik
  • Mengisap buah lemon
  • Duduk dengan posisi yang condong ke depan
  • Minumlah segelas air secara perlahan
  • Mencoba memakan atau mengunyah es batu
Sayang, cara-cara yang disebutkan di atas belum tentu ampuh bagi penderita cegukan berkepanjangan. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa cara-cara tersebut nyatanya ampuh bagi yang mengalami cegukan normal.
Cegukan normal dan berkepanjangan merupakan dua kondisi yang sangat berbeda. Cegukan normal biasanya terjadi dalam kurun waktu yang singkat, yaitu 1-5 menit, sedangkan cegukan berkepanjang terjadi dalam kurun waktu lebih dari 48 jam atau 2 hari.

Obat Cegukan Terus-menerus

Dalam dunia medis, istilah cegukan bisa disebut juga dengan singultus. Kata tersebut berasal dari kata Latin yang artinya aksi menarik napas meski sedang menangis.
ADVERTISEMENT
Adapun penyebab dari cegukan terus-menerus, yakni mengonsumsi makanan pedas, minum minuman panas, stres, dan penyakit mengiritasi diafragma yang lainnya.
Jika dibiarkan terus-menerus, cegukan berkepanjangan dapat mengganggu aktivitas seseorang. Bahkan ada beberapa dampak yang dirasakan oleh orang yang mengalami cegukan terus-menerus, yakni:
  • Insomnia
  • Depresi
  • Berat badan menurun
  • Gangguan tidur
  • Dehidrasi
  • Depresi
Untuk mengobatinya, pengidap bisa membeli jenis-jenis obat tertentu yang biasanya diresepekan, seperti Chlorpromazine (Thorazine), Metoclopramide (Reglan), Baclofen, Gabapentin (Neurontin), hingga Haloperidol.
Apabila obat-obatan tersebut tidak berpengaruh banyak untuk menghilangkan cegukan terus-menerus, biasanya dokter akan menyarankan pasiennya untuk mengambil tindakan operasi.
Menurut laman Ciputra Hospital, operasi tersebut dilakukan untuk memasang perangkat yang secara elektrik merangsang saraf vagus atau pemberian suntikan anestesi pada saraf fretik di leher.
Salah satu obat untuk meredakan cegukan terus-menerus adalah heloperidol. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu obat untuk meredakan cegukan terus-menerus adalah heloperidol. Foto: Pixabay
Ingin tau lebih banyak tentang obat cegukan terus-menerus? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.
ADVERTISEMENT

1. Chlorpromazine

Obat pertama yang dapat dikonsumsi oleh seseorang yang mengalami cegukan berkepanjangan adalah chlorpromazine. Obat ini termasuk ke dalam golongan antipsikotik yang lebih umum dikonsumsi oleh seseorangyang mengalami masalah mental.
Meski demikian, British Journal of General Practice menyebutkan bahwa pemberian chlorpromazine sebanyak 25-50 mg melalui suntikan bekerja efektif mengatasi 80% kasus cegukan persisten.

2. Baclofen

Baclofen adalah obat untuk mengatasi ketegangan, kekakuan, nyeri, atau kram pada otot yang bisa disebabkan oleh cedera tulang belakang atau multiple sclerosis.
Biasanya dokter akan memberikan baclofen untuk mengurangi frekuens cegukan yang dirasakan sesuai dengan dosis yang ditentukan. Jika gejala yang dirasakan sudah berkurang, dokter akan otomatis mengurangi dosis baclofen.

3. Metoclopramide

Selanjutnya adalah metoclopramide. Obat metoclopramide ini sendiri adalah obat yang digunakan untuk meredakan mual dan muntah. Tidak heran apabila obat ini lebih sering digunakan oleh penderita penyakit lambung.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, obat metoclopramide juga sering digunakan oleh seseorang yang mengalami cegukan berkepanjangan. Walaupun tidak sepenuhnya menyembuhkan, obat ini dapat meringankan gejala cegukan yang tidak kunjung berhenti selama lebih dari dua hari.

4. Obat antikejang

Obat lainnya yang berfungsi untuk meredakam gejala cegukan berkepanjangan adalah obat antikejang. Adapun beberapa obat antikejang yang dapat dikonsumsi adalah asam valproate, carbamazepine, lamotrigine, levetiracetam, hingga topiramate.
Dari banyaknya obat antikejang yang dirasakan, ada beberapa obat yang sulit untuk ditemukan di apotek-apotek terdekat, seperti gabapentin dan asam valporat.

5. Haloperidol

Menyadur Healthline, haloperidol merupakan salah satu obat antipsikotik yang bekerja dengan cara menyeimbangkan zat kimia alami otak bernama neurotransmitter.
Obat ini cukup efektif untuk mengatasi cegukan melalui antagonis dopamin. Haloperidol juga disebut-sebut lebih baik daripada obat cegukan lainnya, yakni chlorpromazine.
ADVERTISEMENT

6. Gabapentin

Gabapentin merupakan obat yang digunakan untuk meredakan kejang pada penderita epilepsi. Selain untuk epilepsi, gabapentin juga berfungsi untuk meredakan nyeri saraf yang muncul setelah mengalami herpes hingga cegukan.
Meski demikian, pemberian gabapentin harus dibarengi dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jika dosisnya berlebihan, hal ini bisa menyebabkan efek samping berbahaya.
(JA)
Apa yang menyebabkan cegukan?
chevron-down
Kondisi apa yang menimbulkan cegukan?
chevron-down
Bagaimana cara menghilangkan cegukan terus-menerus?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020