6 Penyebab Perut Bunyi Terus dan Mencret

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perut bunyi normal terjadi karena adanya proses pencernaan di dalam usus. Perut bunyi juga bisa jadi pertanda bahwa sedang lapar. Namun, kondisi ini tidak dianggap normal apabila perut bunyi terus dan mencret.
Jika mengalami kondisi ini, perut bunyi bisa diklasifikasikan sebagai hiperaktif. Perut yang bunyi dalam klasifikasi ini sering sekali terdengar nyaring bahkan tanpa stetoskop.
Mengutip Healthline, penting untuk diketahui bahwa meskipun perut bunyi termasuk hiperaktif tidak selalu berarti ada masalah kesehatan yang lebih besar. Meski demikian, ini juga bisa menjadi indikasi masalah usus dan pencernaan, di antaranya:
Ileus paralitik, yang merupakan masalah dengan saraf yang terhubung ke usus.
Penyumbatan pembuluh darah yang mencegah usus mendapatkan aliran darah yang tepat.
Obstruksi usus, yang dapat disebabkan oleh hernia, tumor, perlengketan, atau kondisi lainnya.
Penyebab Perut Bunyi Terus dan Mencret
Dinding saluran pencernaan sebagian besar terdiri dari otot. Saat makan, dinding usus bersama bakteri baik di dalamnya akan mengalami kontraksi untuk mencampur dan memeras makanan sehingga mudah untuk dicerna.
Proses ini umumnya disebut dengan gerakan peristaltik. Gerakan peristaltik inilah yang menjadi penyebab atas suara gemuruh di dalam perut yang kerap terdengar setelah makan. Kondisi ini dapat terjadi beberapa jam setelah makan atau pada malam hari ketika akan tidur.
Perut bunyi juga bisa terjadi akibat dari kondisi lapar. Saat lapar, zat seperti hormon di otak akan mengaktifkan keinginan untuk makan, yang kemudian mengirimkan sinyal ke usus dan perut. Akibatnya, otot dalam sistem pencernaan berkontraksi dan menimbulkan suara keroncongan.
Sebagian besar suara yang terdengar di dalam perut umumnya disebabkan oleh pencernaan normal. Volume dan intensitas suara dari perut yang bunyi tergantung pada seberapa banyak gas yang terperangkap di dalam usus.
Namun, apabila perut bunyi terus disertai dengan mencret atau diare, maka bisa jadi pertanda bahwa aktivitas usus sedang meningkat. Dikutip dari Medical News Today, penyebab lain dari perut bunyi akibat usus hiperaktif (meningkat) dapat mencakup:
1. Stres dan kecemasan
Usus dan otak berbagi banyak koneksi saraf yang sama. Untuk alasan ini, stres dan kecemasan dapat memiliki efek signifikan pada sistem pencernaan.
Ketika seseorang merasa stres atau cemas, tubuh mereka melepaskan hormon stres. Beberapa hormon ini memasuki saluran pencernaan, di mana mereka dapat menyebabkan gejala dan kondisi berikut:
Perut mulas
Gangguan pencernaan
Mual
Kehilangan nafsu makan
Sembelit
Diare
Tukak lambung
IBS
2. Sindrom pramenstruasi
Banyak orang memiliki sindrom pramenstruasi (PMS), yang berarti bahwa mereka mengalami berbagai gejala dalam seminggu sebelum menstruasi.
Dalam sebuah studi pada 2014, yang melibatkan wanita sehat, para ilmuwan menyelidiki hubungan antara gejala pencernaan, suasana hati, dan menstruasi.
Dari 156 peserta, 73 persen melaporkan mengalami setidaknya satu dari gejala pencernaan berikut sebelum atau selama periode mereka. Gejala pencernaan tersebut, di antaranya:
Kembung
Sakit perut
Mual
Muntah
Diare
Sembelit
Nyeri panggul
Masalah pencernaan pada wanita PMS lebih umum terjadi pada orang yang juga mengalami gejala psikologis, seperti suasana hati yang tertekan, kecemasan, dan kelelahan.
3. Kehamilan
Masalah pencernaan umum terjadi selama kehamilan, dan dapat terjadi sebagai akibat dari perubahan hormonal yang terjadi di dalam tubuh wanita.
Pada tahap akhir kehamilan, rahim dan janin yang membesar juga dapat meningkatkan jumlah tekanan pada rongga perut. Masalah pencernaan yang dapat terjadi selama kehamilan antara lain:
Mulas dan refluks asam
Diare
Sembelit
Kembung
Bersendawa atau gas
Mual dan muntah
4. Keracunan makanan
Keracunan makanan adalah penyakit yang umum menyerang orang setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Penyebab keracunan makanan yang biasanya terjadi adalah akibat bakteri dan virus berbahaya.
Gejala keracunan makanan dapat berkisar dari ringan hingga parah, dan dapat memakan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk muncul setelah seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejala umum keracunan makanan meliputi:
Gangguan pencernaan
Sakit perut dan kram
Mual dan muntah
Diare
Demam
Panas dingin
5. Obat-obatan
Beberapa obat dapat memberikan efek samping tertentu pada pencernaan, seperti perut bunyi terus dan diare. Beberapa obat yang dapat menyebabkan efek samping ini, di antaranya:
Pencahar
Antibiotik tertentu
Obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen
6. Obstruksi usus
Obstruksi usus adalah penyumbatan di dalam usus kecil atau besar yang dapat mencegah makanan yang dicerna dan produk limbah melewatinya. Penyebab obstruksi usus dapat meliputi:
Hernia
Tumor
Jaringan parut akibat operasi usus
Adapun Gejala obstruksi usus yang paling umum terjadi, yakni sebagai berikut:
Kembung
Sakit perut yang datang bergelombang
Ketidakmampuan untuk mengeluarkan gas
Mual
Muntah
Pengobatan dan pencegahan
Perawatan untuk perut yang bergejolak tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah atau meringankan perut mulas, seperti dikutip dari buku 9 Terapi Pengobatan Terdahsyat oleh Master Wong, yakni:
Mengelola tingkat stres dan kecemasan
Mempraktikkan kebersihan makanan yang baik
Menghindari makanan yang memicu gejala
Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol
Mengkonsumsi produk yang mengandung jahe asli, yang dapat membantu melindungi dari gejala pencernaan
Minum antasida untuk menenangkan mulas
Mencoba probiotik, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan usus yang lebih baik
Seseorang harus segera berbicara dengan dokter jika mereka mengalami perut bunyi terus disertai mencret yang semakin memburuk atau terjadi secara berulang.
Segera cari pertolongan medis jika perut bunyi terus dan mencret disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, di antaranya:
Rasa sakit yang hebat
Dehidrasi parah
Diare atau muntah yang parah atau persisten
Darah dalam muntah atau tinja
Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
Demam tinggi
Baca Juga: Mengenal Apendisitis, Gangguan Sistem Pencernaan yang Disebabkan oleh Infeksi
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Perut sering berbunyi tanda apa?

Perut sering berbunyi tanda apa?
Terkadang perut keroncongan dapat dikaitkan dengan masalah medis yang mendasarinya, terutama jika disertai dengan gejala lain seperti nyeri, sembelit, atau diare. Karena usus berlubang, saat gas dan udara yang terperangkap bergerak melaluinya, usus mengeluarkan suara gemuruh yang dikenal sebagai borborygmus.
Apa penyebab perut bunyi terus menerus?

Apa penyebab perut bunyi terus menerus?
Semua makanan yang dikonsumsi akan difermentasi oleh enzim di berbagai bagian usus. Salah satu efek samping dari proses itu adalah keluarnya gas bersamaan dengan udara yang ditelan saat makan.
Bagaimana meredakan perut bunyi terus?

Bagaimana meredakan perut bunyi terus?
Jika perut selalu keroncongan, kunyahlah makan secara perlahan. Cara ini benar-benar akan membantu usus dalam mencerna makanan dengan lebih baik, sehingga dapat mencegah perut keroncongan.
